Zaenal Abidin lolos tahap pertama seleksi calon Komisioner Komisi Nasional Hak Asasi Manusia (Komnas HAM). Pria yang mengantongi gelar Magister Hukum Universitas Diponegoro (Undip) Semarang ini merasa menjadi korban setelah muncul pro kontra pencalonannya sebagai komisioner Komnas HAM yang dikaitkan dengan aktivitasnya dalam organisasi masyarakat Front Pembela Islam.
Zaenal tercatat sebagai Ketua Badan Hukum Front Front Pembela Islam (FPI) Jawa Tengah. Dia tetap cuek dengan pro kontra itu. Zaenal mengaku hanya memiliki niat untuk membantu masyarakat.
"Saya tertarik masuk di Komnas HAM ingin berkecimpung secara langsung bagaimana melakukan advokasi masyarakat yang tersingkirkan dari hak-haknya. Setelah tes tertulis lolos 60 besar, besok Kamis (18/5) saya akan mengikuti seleksi berupa dialog publik," ujar Zaenal saat berbincang dengan merdeka.com di Kota Semarang, Jawa Tengah, Rabu (17/5).
Saat mendaftar seleksi komisioner Komnas HAM, Zaenal mengaku rekan-rekan sesama anggota maupun pengurus FPI sama sekali tidak mengetahuinya. Setelah berhasil lolos tahap awal ini, Zaenal mengaku akan melapor ke pengurus daerah.
"Saat saya mau mendaftar masuk Komnas HAM teman-teman FPI sebelumnya tidak mengetahui. Tapi hari ini saya tadi telepon beliau Pak Kyai Sihab (Ketua FPI Jateng Sihabuddin) untuk memberitahu bahwa saya besok akan seleksi kembali masuk Komnas HAM," ucapnya.