Karir manajer grup JKT48 berakhir tragis. Ia meregang nyawa usai gantung diri di dalam kamar mandi rumahnya Pondok Aren, Tangerang Selatan, Rabu (22/3) kemarin. Sesuai permintaan keluarga, jenazah Inao tidak diautopsi dan langsung dikebumikan begitu sanak famili dari Jepang tiba di tanah air."Jadi gini, sampai sekarang untuk yang bunuh diri warga Jepang, tentunya dari pihak kedutaan dan keluarga sudah datang dan bertemu penyidik polres. Keluarga ini tak menginginkan adanya autopsi," ujar Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Raden Prabowo Argo Yuwono kepada wartawan di kantornya, Kamis (23/3)."Kemudian, kita sebagai penyidik memberikan pengertian. Tapi ya mungkin budaya di Jepang sana atau bagaimana, tidak dilakukan autopsi. Kita juga sudah meminta diolah TKP, sudah dilakukan dan dipastikan bunuh diri," tambahnya.Hasil olah TKP, lanjut Argo, penyidik menemukan bekas luka jeratan di leher korban."Kan udah kami sampaikan, kami ada dokter, olah TKP kita cek ya bunuh diri," tuturnya.Sebelumnya, Jiro ditemukan tewas gantung diri di kediamannya di Perumahan River Park Blok GE 4 nomor 3 RT 002 RW 02, Kelurahan Jurang Mangu Barat, Kecamatan Pondok Aren Kota Tangerang Selatan pada Selasa, 21 Maret 2017, kemarin. Korban sempat dibawa ke Rumah Sakit Primer Bintaro. Tapi, nyawa korban tidak tertolong.
Usai olah TKP, polisi serahkan jenazah Inao Jiro ke keluarga
Usai olah TKP, polisi serahkan jenazah Inao Jiro ke keluarga. Hasil olah TKP, lanjut Argo, penyidik menemukan bekas luka jeratan di leher korban.
Rekomendasi