Ahok klaim bantuan untuk lansia sudah jalan pakai dana operasional

Ahok klaim bantuan untuk lansia sudah jalan pakai dana operasional. Calon Gubernur DKI Jakarta nomor urut dua Basuki Tjahaja Purnama akan menerbitkan program baru Kartu Jakarta Lansia. Kartu ini nantinya akan menjadi penanda bagi mereka warga ibu kota yang berusia di atas 70 tahun dan membutuhkan bantuan sosial.

Fikri Faqih
Oleh Fikri Faqih - Reporter
Ahok klaim bantuan untuk lansia sudah jalan pakai dana operasional
Ahok. ©2017 Merdeka.com

Calon Gubernur DKI Jakarta nomor urut dua Basuki Tjahaja Purnama akan menerbitkan program baru Kartu Jakarta Lansia. Kartu ini nantinya akan menjadi penanda bagi mereka warga ibu kota yang berusia di atas 70 tahun dan membutuhkan bantuan sosial.Basuki atau akrab disapa Ahok ini mengatakan, program tersebut sebenarnya sudah berjalan di bawah tangan, alias belum resmi. Karena selama ini, program tersebut belum masuk dalam nomenklatur APBD DKI dan hanya menggunakan dana operasionalnya sebagai Gubernur DKI Jakarta."Kita sebenarnya sudah terapkan, dari dulu kan saya sudah bilang dari tahun lalu saya sudah jalankan. Tetapi ini bertahap kita bantu kan pakai operasional. Tetapi kalau secara ramai dan besar kita sudah enggak sanggup lagi dapatkan bantuan dari CSR dan macam-macam, ya kita harus lakukan dengan APBD," katanya di Jalan Proklamasi, Menteng, Jakarta Pusat, Senin (20/3).Mantan Bupati Belitung Timur ini mengungkapkan, bantuan sosial tersebut akan diberikan secara transfer kepada rekening masing-masing lansia. Di mana setiap harinya mereka dijatahkan mendapatkan Rp 20.000, atau sama saja dalam sebulan Rp 600.000."Saya kira kalau untuk orang tua sehari punya Rp 20.000-kan lumayan. Rp 600.000 kan lumayan per bulan," terangnya.Ahok menjelaskan, bantuan sosial ini tidak dapat digunakan secara tunai, melainkan harus ditransaksikan dengan metode seperti Kartu Jakarta Pintar (KJP). Tujuannya untuk menghindarkan penyalahgunaan dana bantuan tersebut."Tetap gesek beli, enggak boleh tarik tunai. Kita takut diambil tunai dari anaknya, atau oknum. Harus gesek supaya kita tahu dia beli apa," jelasnya.Ahok mengatakan, mereka yang mendapatkan bantuan ini tidak hanya diperuntukkan lansia yang hidup sendiri. Karena bagi mereka yang masih memiliki anak dan cucu namun tidak mampu membiayai juga akan mendapatkan bantuan.

"Sekarang saja yang di bawah Rp 2 juta ada 12 ribu orang yang usia 70 tahun. Kalau di bawah 3 juta ada 50 ribu lebih orang. Kita sudah punya data, tapi kan tiap tahun nambah. Ada juga yang sakit lebih cepat (dapat batuannya," katanya.Dia mengakui cara pemberian bantuan semacam ini masih jauh dari sempurna. Karena dalam beberapa kondisi masih ada lansia yang hidup berdampingan dengan anak bahkan cucu mereka. Sehingga bantuan Rp 600.000 setiap bulan mungkin tidak cukup."Kalau dia tinggal bersama anak dan cucunya yang KJP, dia bisa numpang sama cucunya dan anaknya. Makanya KJP nanti kita akan evaluasi, berapa persen yang nggak sanggup beli daging. Nanti komponennya kita pikirkan. Tujuan daging itu kan supaya nutrisi pelajar itu cukup," jelasnya."Kita kasih Rp 35 ribu, kalau Rp 35 ribu juga enggak punya duit beli gimana? Kita lagi pikirkan, apakah nanti yang enggak mampu punya jatah ambil daging saja sekilo, tunjukkin KJP dan bisa ambil daging. Saya juga takut kalau masukkin Rp 35ribu ke rekening dia, tetapi dia pilih beli pulsa gimana? Lebih baik mungkin punya KJP, tunjukkin, dapat sekilo," tambah mantan politisi Gerindra ini.Ahok mengungkapkan, dalam memberikan bantuan sosial ataupun pendidikan tidak serta merta dapat sembarangan. Oleh karena itu, dia rencananya akan membuat kajian saat program Kartu Jakarta Lansia ini mulai diterapkan."Kita lagi evaluasi dan butuh waktu untuk pelajari. Semua kan bukan asal maunya saya, itu ada kajian termasuk dari bank dunia untuk mengukur berapa komponen yg dibutuhkan," tutupnya.

Rekomendasi