Usai tergelincir, operasional pesawat F-16 dihentikan sementara

Usai tergelincir, operasional pesawat F-16 dihentikan sementara. Selama penyelidikan berlangsung, F-16 dari Skadron Udara 16 Lanud Roesmin Nurjadin akan dihentikan operasionalnya, baik untuk patroli udara maupun latihan tempur yang dalam pekan ini sedang berlangsung. Penghentian operasional merupakan prosedur TNI AU.

Wisnoe Moerti
Oleh Wisnoe Moerti - Reporter
Usai tergelincir, operasional pesawat F-16 dihentikan sementara
F16 tergelincir di Bandara Pekanbaru. ©2017 Merdeka.com/istimewa

Pangkalan Udara Roesmin Nurjadin menghentikan sementara operasional pesawat tempur F-16 dari Skadron Udara 16, pasca tergelincirnya jet tempur buatan Amerika tersebut hingga badan pesawat terbalik di Pekanbaru, Selasa (14/3).

"Pesawat F-16 akan dihentikan operasional untuk sementara hingga diketahui penyebab utama," kata Komandan Lanud Roesmin Nurjadi, Marsekal Pertama Henri Alfiandi seperti dilansir Antara di Pekanbaru, Rabu (15/3).

Pihaknya masih berupaya mengevakuasi pesawat F-16 dengan nomor ekor TS1603 dari landasan pacu Lanud Roesmin Nurjadin yang juga menjadi landasan pacu untuk Bandara Sultan Syarif Kasim II Pekanbaru. Terkait penyebab tergelincirnya pesat tempur itu, Henri mengatakan tim dari Panitia Penyidik Kecelakaan Pesawat Udara (PPKPU) Mabes TNI AU sedang melakukan penyelidikan.

Selama penyelidikan berlangsung, F-16 dari Skadron Udara 16 Lanud Roesmin Nurjadin akan dihentikan operasionalnya, baik untuk patroli udara maupun latihan tempur yang dalam pekan ini sedang berlangsung. Penghentian operasional merupakan prosedur TNI AU. "Ini memang prosedur untuk mengambil langkah menenangkan," tuturnya.

Lanud Roesmin Nurjadin merupakan satu-satunya Lanud Tipe A di Sumatera. Terdapat dua Skadron Udara di Pangkalan militer tersebut. Selain Skadron Udara 16 dengan jet tempur F-16 nya, juga terdapat Skadron Udara 12 dengan Hawk 100/200. Kemarin, salah satu pesawat tempur F-16 mengalami kecelakaan keluar landasan atau over run saat melakukan pendaratan usai misi latihan.

Kedua pilot yang menerbangkan pesawat tempur itu, Mayor Pnb Andri Setiawan dan Lettu Pnb Marco Anderson dipastikan selamat. Danlanud menjelaskan peristiwa tergelincirnya pesawat itu terjadi sekitar pukul 16.55 WIB.

Pesawat awalnya mendarat mulus, namun saat pendaratan pesawat mengalami masalah pada sistem pengereman atau breaking malfunction. Kedua pilot lantas berusaha menghentikan pesawat sesuai Standar Operasional Prosedur (SOP) yang berlaku hingga akhirnya tergelincir dan keluar landasan pacu sejauh 200 meter.

"Namun upaya tidak berhasil dan pesawat tergelincir dan terbalik. Kejadian secara detail dalam tahap penyelidikan PPKPU," katanya.

Rekomendasi