Warga Jalan Kedondong Dalam RT 5, Kelurahan Gunung Kelua, Kecamatan Samarinda Ulu, Samarinda, Kalimantan Timur, mendadak heboh dengan temuan mayat bersimbah darah dalam kondisi mengenaskan di pagar rumah warga. Diketahui, pria itu bernama Zulhaidir (35), yang juga warga setempat.
Tetangga Zulhaidir, Rizki Novianur (23) pertama kali yang melihat Zulahidir tewas mengenaskan persis di pagar tetangganya sekitar pukul 10.45 Wita.
"Saya di dalam rumah. Dengar teriakan minta tolong dan teriak Allahu Akbar. Saya tengok dari jendela, kemudian saya keluar. Saya dengar Allahu Akbar, kemudian ucapan dua kalimat syahadat," kata Rizki.
Dia langsung keluar rumah. Rizki melihat Zulhaidir berjalan dalam kondisi berlumuran darah. "Kemudian dia rebah di pagar sebelah rumah saya," ujar Rizki.
Rizki panik, warga lainnya akhirnya berkerumun. Keterangan diperoleh, pembunuh Zulhaidir adalah Romlakan (40), tak lain tetangga sekaligus penjaga kebun. Terduga pelaku, pertama kali diketahui Ketua RT 5 Ashadi.
"Saya ditelepon Polsek Samarinda Ilir. Ada warga saya menyerahkan diri ke Polsek Ilir, usai membunuh tetangganya. Saya tanya, namanya siapa, ternyata Romlakan. Ya benar, itu warga saya," kata Ashadi, kepada merdeka.com
Kepolisian, baik dari Polsekta Samarinda Ulu maupun Polresta Samarinda, tiba di lokasi melakukan olah TKP. Polisi menemukan parang sepanjang 1 meter, di lokasi kejadian, yang diduga digunakan Romlakan untuk menghabisi Zulhaidir.
"Keributan berawal dari dalam rumah korban, kemudian korban keluar meminta tolong hingga akhirnya meninggal. Pelaku usai melakukan itu (menghabisi nyawa korban) menyerahkan diri," kata Kasat Reskrim Polresta Samarinda Kompol Sudarsono, di lokasi kejadian.
"Pelaku tunggal, dan seorang penjaga kebun, menggunakan parang. Dugaan awal, kesalahpahaman korban dan pelaku, yang diawali persoalan tanaman bambu. Tapi ini masih kita dalami," ujar Sudarsono.
Jasad korban kemudian dievakuasi ke RSUD AW Syachranie, menggunakan ambulan PMI bernomor polisi KT 2034 B sekira pukul 12.12 WITA. Tak pelak, istri korban, Ira, yang melihat suaminya tewas mengenaskan, pun histeris.