Memantau pemangkasan dwelling time di Pelabuhan Tanjung Priok

Memantau pemangkasan dwelling time di Pelabuhan Tanjung Priok. Operasi penurunan dwelling time yang bertujuan memangkas biaya logistik tidak sepenuhnya sukses, dan justru dengan sistem memindahkan kontainer ke lini 2 pelabuhan menaikkan biaya logistik.

Iqbal Nugroho
Oleh Iqbal Nugroho - Editor
Memantau pemangkasan dwelling time di Pelabuhan Tanjung Priok
Aktivitas bongkar-muat di pelabuhan Tanjung Priok, Jakarta, Jumat (10/3). Dashboard pemantauan dwelling time milik Portal Indonesia National Single Window (INSW) menunjukkan angka rata-rata 3,14 hari. Di Pelabuhan Tanjung Priok Jakarta, Bila melewati waktu tiga hari, kontainer harus 'ditendang' keluar lini 1 pelabuhan, dan dipindahkan ke lini 2 pelabuhan yang lokasinya bisa di kawasan Tanjung Priok dengan biaya tambahan ditanggung pemilik barang atau lini 2 yang lokasinya berada di Cikarang, Bekasi. Operasi penurunan dwelling time yang bertujuan memangkas biaya logistik tidak sepenuhnya sukses, dan justru dengan sistem memindahkan kontainer ke lini 2 pelabuhan menaikkan biaya logistik karena pemilik barang harus membayar biaya trucking dan penumpukan kontainer. ©2017 merdeka.com/muhammad luthfi rahman
Rekomendasi