Mobil Kompas TV yang akan melakukan peliputan di Masjid Istiqlal masuk melalui pintu Al Fatah yang berada di Jalan Katedral, Jakarta Pusat. Peserta aksi 112 yang saat itu tengah duduk di sekitar Istiqlal langsung menyemut serta mendorong mobil awak Kompas TV.
Salah seorang peserta memperlihatkan video ketika terjadi pengepungan mobil milik Kompas TV. Dia menyatakan, kericuhan terjadi setelah salat Isya. Dia tak menampik adanya aksi pelemparan botol air mineral oleh massa.
"Ya adalah (lemparan botol air mineral). Mundur langsung mobilnya, gak ada yang kasih jalan. Polisi juga cuma ada satu atau dua tadi," kata salah seorang peserta aksi.
Lebih lanjut dia mengatakan, pengusiran tidak hanya dilakukan pada mobil peliputan tapi juga mobil satelit milik Kompas TV. "Tadi juga ada mobil satelit, awalnya enggak apa-apa, tapi akhirnya diusir juga takut makin rusuh," ucapnya.
Pihak keamanan Istiqlal membantah terjadinya aksi pelemparan terhadap mobil Kompas TV. "Tidak ada pelemparan. Saya pas banget ada di sini lokasi kejadian," kata dia saat dikonfirmasi merdeka.com.
Dia mengatakan, massa aksi masih terkendali. Polisi mengamankan mobil Kompas TV dari massa aksi yang sudah mulai memadati Istiqlal.
"Pokoknya itu, saya liat mobil Kompas masuk, umat Islam hampir mau rusuh untung ada polisi ada kita (keamanan Istiqlal). Didorong tuh mobil mau diterbalikin," terangnya.
Demi mencegah terjadinya kericuhan, pihak keamanan dibantu personel Polsek Sawah Besar segera mengamankan mobil Kompas TV dan diarahkan keluar area Masjid Istiqlal.
"Kalau lecet saya enggak tahu, kan banyak di kerumunin orang. Ada polisi dari Polsek Sawah Besar (yang ikut mengamankan). Mobil keluar lagi dari pintu Al Fatah," pungkasnya.