Cerita pernikahan sejenis terbongkar karena tangisan bayi

Warga dikejutkan dengan jeritan tangis bayi di pagi buta. Suara itu ternyata berasal dari sebuah kamar mandi. Usut punya usut ternyata sempat ada yang melihat pelakunya.

Yan Muhardiansyah
Oleh Yan Muhardiansyah - Reporter
Cerita pernikahan sejenis terbongkar karena tangisan bayi
pernikahan pasangan sejenis di Tanjung Balai. ©2017 merdeka.com/yan muhardiansyah

Warga dikejutkan dengan jeritan tangis bayi di pagi buta. Suara itu ternyata berasal dari sebuah kamar mandi. Usut punya usut ternyata sempat ada yang melihat pelakunya. Bayi itu berjenis kelamin laki-laki. Yang mengejutkan adalah, pembuang bayi wanita yang berpura-pura menjadi laki-laki. Dia menikahi warga setempat empat bulan lalu. Kejadian itu kemudian mengundang perhatian warga lainnya. Mereka berduyun-duyun datang ke lokasi. Penemuan bayi ini pun dilaporkan ke Polres Tanjung Balai. Petugas datang ke lokasi dan melakukan penyelidikan.Kecurigaan muncul pada seorang warga, F (24), yang disebutkan terlihat membuang sesuatu ke kamar mandi itu. Kediamannya di Jalan Sei Kenangan, Sei Tualang Raso, Tanjung Balai, Sumut, yang berada sekitar 50 meter dari lokasi kemudian didatangi.Ternyata F dalam kondisi lemah dan mengaku sakit. Warga akhirnya memeriksanya dan memastikan wanita itu baru melahirkan. F selama ini mengaku duda beranak satu dan menikahi wanita warga setempat, yaitu S (21). "Kami sebagai tetangga terkejut karena kami menganggap dia (F) selama ini sebagai laki-laki. Kami terkejut, mengapa begitu. Waktu mengucap dulu sebagai laki-laki, ternyata sekarang perempuan dengan perempuan," kata Herman, seorang warga.Pernikahan itu berlangsung pada 30 November 2016. "Pestanya cukup meriah. Ada keyboardnya (organ tunggal) juga," kata Herman, warga setempat, Kamis (2/2).Dalam sejumlah foto pernikahan F dan S, keduanya tampak bahagia. Mereka mengenakan pakaian adat Minangkabau, Melayu dan mengenakan jas. Sehari-hari F pandai menyembunyikan jati diri sebagai wanita, bahkan kehamilannya. F diketahui jarang ke luar rumah. Dia pun tak bergaul dengan tetangga lainnya. "Dia hanya sesekali terlihat keluar sambil merokok," kata Herman, seorang warga, Kamis (2/2).Didapati pakaian dalam khusus yang diduga untuk menutupi payudaranya. Dia juga memakai korset yang diduga untuk menyembunyikan kehamilannya."Selama ini dia terlihat jalan membungkuk, mungkin untuk menyembunyikan kehamilannya," ujar warga lainnya.Menurut warga, F merupakan warga asli Pasaman Barat, Sumatera Barat. Dia berjumpa dengan S (25), saat bekerja di Malaysia. Mereka pun melangsungkan pernikahan di kampung halaman S di Tanjung Balai pada pengujung November lalu. Peristiwa ini masih ditangani Polres Tanjung Balai. Mereka telah mengamankan F dan memeriksa saksi-saksi. "Orangtua bayi berikut bayi yang dilahirkannya telah kita bawa ke RSUD Tanjung Balai untuk mendapatkan perawatan," jelas AKP Y Sinulingga, Kasubbag Humas Polres Tanjung Balai.Mengenai adanya dugaan pernikahan sejenis, polisi juga masih mendalami, termasuk mencari tahu ayah kandung si bayi."Masalah perkawinan sejenis masih dikembangkan, masih kami dalami," pungkas Sinulingga.

Rekomendasi