PKS kritik Polri tangkap Nur Fahmi karena bendera RI ditulis Arab

Muzzammil mencontohkan kasus bendera merah putih itu pernah terjadi saat konser band legendaris Metalica atau konser penyanyi balada Iwan Fals. Para pendukung musisi tersebut kedapatan menuliskan lambang Metalica atau Oi sebutan fans Iwan Fals. Sayangnya, para penonton tidak ditangkap.

Raynaldo Ghiffari Lubabah
PKS kritik Polri tangkap Nur Fahmi karena bendera RI ditulis Arab
PKS Almuzzammil Yusuf. ©2016 Merdeka.com

Ketua DPP bidang Polhukam PKS Al Muzzammil Yusuf mengkritik Polri dalam mengusut kasus bendera Indonesia bertuliskan kalimat tauhid yang dibawa Nur Fahmi saat demonstrasi bersama FPI di Mabes Polri beberapa waktu lalu. Muzzammil menilai Polri tebang pilih dalam mengusut kasus tersebut.Muzzammil mencontohkan kasus bendera merah putih itu pernah terjadi saat konser band legendaris Metalica atau konser penyanyi balada Iwan Fals. Para pendukung musisi tersebut kedapatan menuliskan lambang Metalica atau Oi sebutan fans Iwan Fals. Sayangnya, para penonton tidak ditangkap."Saya memberikan beberapa contoh gambar bendera merah putih yang ada lambang Metalica, Oi, dan lain-lain. Nur Fahmi yang tanpa pelapor akan diusut, kenapa pelaku lain tidak diusut?" kata Muzzammil di Komplek Parlemen, Senayan, Jakarta, Selasa (24/1).Apalagi, kata dia, tulisan arab di bendera merah putih yang dibawa Nur Fahmi tidak ada unsur penodaan terhadap agama. Muzzammil pun mempertanyakan langkah Polri yang akhirnya menangkap Fahmi."Padahal kata-kata suci, kata Syahadat bukan menodai," tegasnya. Sebelum menutup interupsinya, Muzzammil sempat meminta anggota DPR yang hadir berdiri jika berkeinginan mengawal proses penegakan hukum kasus Fahmi. Sejumlah anggota yang hadir pun berdiri karena merasa berkewajiban mengawasi proses hukum kasus itu."Saya yakin banyak anggota DPR yang bersama kami untuk penegakan hukum. Saya minta teman-teman yang punya perasaan sama untuk berdiri," ajak Muzzammil.

Rekomendasi