Polisi enggan berandai-andai pelaku pembunuhan Pulomas profesional

Polisi enggan berandai-andai pelaku pembunuhan Pulomas profesional. Polda Metro Jaya masih mendalami motif pembunuhan keji yang menewaskan enam orang di kediaman Dodi Triono, di Jalan Pulomas Utara, Jakarta Timur. Para korban diduga kehabisan napas usai disekap pelaku dalam kamar mandi berukuran 1,5 x 1,5 meter.

Ronald
Oleh Ronald - Reporter
Polisi enggan berandai-andai pelaku pembunuhan Pulomas profesional
perampokan pulo mas. ©2016 merdeka.com/arie basuki

Polda Metro Jaya masih mendalami motif pembunuhan keji yang menewaskan enam orang di kediaman Dodi Triono, di Jalan Pulomas Utara, No 7A, Pulogadung, Jakarta Timur. Para korban diduga kehabisan napas usai disekap pelaku dalam kamar mandi berukuran 1,5 x 1,5 meter."Belum diketahui (motif). Saya enggak bisa berandai-andai nanti penyidik yang menentukan," kata Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Pol Raden Prabowo Argo Yuwono, di Mapolda Metro Jaya, Rabu (28/12).Hingga kini, kata Argo, pihaknya belum mengetahui ciri-ciri pelaku. Selain itu polisi enggan menyebutkan kalau pelaku merupakan pelaku profesional dan bayaran."Wah saya enggak tahu, itu masih diselidiki," katanya.Sementara itu, Dodi disebut-sebut telah lama bekerja sama dengan Pusat Komplek Gelora Bung karno, Jakarta Pusat. Namun, kerja sama tersebut bukan persiapan Asian Games 2018. Dalam hal ini, Argo menegaskan kalau saat ini pihaknya masih terus menelusuri hal tersebut."Belum tahu nanti kami dalami," katanya.Sementara itu, polisi masih membaca rekaman CCTV di rumah Dodi. Meskipun, Argo mengakui kalau rekaman CCTV tersebut telah rusak."Masih dibaca karena rada kabur ya. Belum bisa kita baca dan akan dicek kembali karena agak rusak. Saya nggak hitung tapi adalah (jumlahnya). Perekamnya ada, tapi rusak tapi nggak tahu apa karena pabriknya dan sudah lama atau apa," pungkasnya.

Rekomendasi