Ribuan warga Ulee Lheue, Kecamatan Meuraxa, Kota Banda Aceh, menggelar peringatan 12 tahun tsunami, dengan zikir dan berziarah ke kuburan massal. Warga sengaja datang dari beberapa desa untuk mengenang sanak keluarganya yang telah menjadi korban tsunami.Ikut hadir juga Plt Gubernur Aceh; Mayjen TNI (Purn) Soedarmo didampingi pejabat Satuan Kerja Pemerintah Aceh (SKPA); Wali Nanggroe Aceh, Malik Mahmud menziarahi kuburan massal. Soedarmo tiba di lokasi pukul 08.00 WIB bersama istrinya, langsung bergabung dengan warga melakukan zikir bersama.Usai zikir, Soedarmo, Malik Mahmud dan sejumlah pejabat lainnya menabur bunga di lokasi pertama dikuburkan jenazah korban tsunami. Sedangkan warga lainnya juga ikut menabur bunga dan larut dalam doa dan isak tangis kesedihan mengenang tragedi bencana tsunami 12 tahun silam.Bencana tsunami di Aceh terjadi pada 26 Desember 2004 lalu bertepatan pada tanggal 14 Dzulqaida 1425 Hijriah berdasarkan tahun Islam. Salah satu bencana terdahsyat di dunia ini telah memakan korban jiwa mencapai 280 ribu jiwa dan semua bangunan rata dengan tanah di Banda Aceh.
Gubernur Aceh berziarah ke kuburan massal ©2016 merdeka.com/afif
"Adapun tujuan kita memperingati peristiwa gempa dan tsunami ini bukanlah untuk membuka kembali kesedihan dan luka lama, melainkan untuk membangkitkan semangat kita agar lebih meningkatkan keimanan kepada Allah SWT," kata Mayjen TNI (Purn) Soedarmo, di Banda Aceh, Senin (26/12).Selain itu, kata dia, juga bertujuan untuk menyadarkan semua pihak supaya lebih peduli pada lingkungan dan senantiasa meningkatkan pengetahuan tentang kebencanaan."Mudah-mudahan momentum peringatan tsunami ini mendorong kita agar lebih meningkatkan kewaspadaan terhadap bencana sebagaimana tema peringatan tsunami tahun ini, yaitu: 'Majukan Negeri, dan Bangun Budaya Siaga Bencana di Masyarakat," imbuhnya.Sementara itu imam Masjid Baiturrahim, Ulee Lheue, Tgk Bukhari mengatakan, di kuburan massal ini ada 14.264 jasad disemayamkan secara massal. Sebelumnya, di lokasi seluas 1 hektare ini berdiri rumah sakit Meuraxa, Banda Aceh."Di kuburan massal ini ada kuburan anak-anak dan dewasa, semua dikuburkan secara massal, menggunakan becko waktu itu," kata Tgk Bukhari.