Hilang saat cari udang di laut Kutai, Nuraini ditemukan tewas

Hilang saat cari udang di laut Kutai, Nuraini ditemukan tewas. Ayahnya dan korban dihantam angin kencang dan ombak tinggi, dan perahu terbalik. Wahab sempat memegang erat tangan anaknya, tapi ombak tinggi sekitar 20 menit, melepaskan pegangan itu dan korban hilang disapu angin kencang bersama ombak tinggi.

Saud Rosadi
Oleh Saud Rosadi - Reporter
Hilang saat cari udang di laut Kutai, Nuraini ditemukan tewas
Korban tewas di Perairan Kutai Kartanegara. ©2016 Merdeka.com

Perairan laut Kutai Kartanegara, Kalimantan Timur, kembali menelan korban. Nuraini (21) warga Palaran, Samarinda, ditemukan tewas mengambang siang ini. Sebelumnya, Nur Aini, pergi mencari udang bersama ayahnya, Wahab, Jumat (16/12) malam lalu. Masuk Sabtu (17/12) dini hari, cuaca buruk menyapu perahu dan Aini hilang di laut setelah terjatuh dari perahunya."Laporan kejadian kita terima sekitar jam 7 pagi tadi. Tim SAR gabungan sempat melakukan pencarian, akhirnya korban berhasil kita temukan dalam kondisi meninggal dunia, sekira pukul 14.12 WITA," kata Kepala Basarnas Kaltim-Kaltara Kantor SAR Balikpapan Mujiono, seperti disampaikan Kasi Operasional Octavianto, kepada merdeka.com, Senin (19/12) siang.Keterangan diperoleh, Jumat (16/12), Wahab dan Aini, berangkat dari rumahnya mencari udang ke perairan Tanjung Barukang, yang masuk wilayah Kutai Kartanegara, menggunakan perahu. Saat masuk tengah malam hingga dini hari Sabtu (17/12) sekitar pukul 00.30 WITA, cuaca buruk datang mendadak."Ayahnya dan korban dihantam angin kencang dan ombak tinggi, dan perahu terbalik. Wahab sempat memegang erat tangan anaknya, tapi ombak tinggi sekitar 20 menit, melepaskan pegangan itu dan korban hilang disapu angin kencang bersama ombak tinggi," ujar Octavianto."Ayah korban sempat mencari anaknya setelah cuaca agak tenang. Akhirnya korban tidak ditemukan, dan kembali pulang ke desa nelayan sekitar kejadian," tambah Octa.Sebelumnya, pada Minggu (18/12), tim SAR gabungan dari berbagai unsur, baru saja menemukan jasad warga Anggana, Djumadi (32), setelah dalam pencarian selama kurang lebih 27 jam sejak hilang Sabtu (17/12) dini hari, saat mencari ikan di perairan Anggana.

"Dari lokasi pertama (temuan Djumadi) dengan lokasi baru, hanya berjarak sekitar 31 nautical miles. Rencana pagi tadi tim Basarnas balik ke Balikpapan, akhirnya bertahan untuk mencari korban lain (Nur Aini)," sebut Octa."Tim SAR menggunakan peralatan RIB (Rigid Inflatable Boat), alat pencarian dan penyelaman air, juga marine finder detector. Setelah korban Aini berhasil ditemukan, unsur SAR kembali siaga," demikian Octa.

Rekomendasi