Dalam rangka melestarikan adat dan budaya di Provinsi Riau, Gubernur Riau Arsyadjuliandi Rachman menghadiri upacara adat Suku Kenegerian Lipat Lain, Kampar, Riau yang dibalut kedalam Equator Festival 2016, Minggu (16/12) kemarin.
Pada kesempatan itu pula, pria yang akrab disapa Bang Andi itu pun disematkan sebagai gelar adat kehormatan yaitu Datuk Paduko Diraja yang diberikan oleh sembilan suku kenegerian Lipat Kain Kampar.Sebelum prosesi pemberian gelar adat yang disematkan kepada Gubernur Riau Andi Rachman, terlebih dulu diawali dengan penyambutan tamu kehormatan di halaman balai adat dengan aksi silat.Kepala Dinas Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Riau, Fahmizal Usman mengatakan, dalam setiap rangkaian acara adat di Riau khususnya di Kenegerian Lipat Lain, Kampar, para tamu kehormatan disambut dengan acara pencak, atau biasa dikenal, berbalas pantun sebagai bentuk penghormatan."Sudah menjadi kebiasaan, dalam penyambutan pejabat akan diawali dengan suguhan Pencak Silat dan tepung tawar, atau sekapur sirih. Ini dilakukan sebagai tanda penghormatan," ujar FahmizalFahmizal menambahkan, dalam Equator Festival 2016 juga menampilkan berbagai kuliner khas Kampar, Riau salah satunya makanan yang sangat digemari masyarakat yaitu "galamai" atau dikenal dengan Dodol. Meski bahan pembuatan galamai hampir sama dengan dodol, namun cara pembuatannya lebih unik dan dilakukan dengan cara bergotong royong."Galamai adalah kuliner khas daerah yang rasanya juga unik. Pada saat acara ternyata gubernur penasaran ikut serta dalam membuat Galamai itu," paparnya.Pada kesempatan itu, Andi Rachman yang sudah ditunggu didalam balai adat oleh pemuka adat atau dalam bahasa setempat menyebut Ninik Mamak diberikan gelar adat ditandai dengan pemakaian peci yang berlilitkan kain hitam yang disebut "leterw" oleh masyarakat setempat.Dalam sambutannya, Gubernur Andi Rachman mengatakan, dirinya akan menjadikan Equator Festival ini sebagai salah satu iven tahunan di Provinsi Riau. "Nantinya kita akan mengembangkan Tugu Equator itu menjadi lebih baik dan kita akan bangun taman," ujarnya.Usai acara pemberian gelar selesai, Gubernur langsung berkeliling menaiki becak hias dan dan mengunjungi beberapa destinasi wisata yang ada di lipat kain. Dari tujuh destinasi wisata yang terintegrasi, Gubri hanya mengunjungi empat destinasi yang ada.Keempat destinasi tersebut yakni, Balai Adat dan Masjid, Takaw Godang, Tugu Equator dan Lokomotif Kereta Api peninggalan zaman Belanda. Lokomotif ini sendiri rencananya juga akan dipindahkan supaya lebih dekat dengan Tugu Equator.Equator Festival 2016 yang ditaja oleh Dinas Pariwisata yang juga dihadiri oleh PJ Bupati Kampar, Syahrial Abdi dan Ketua DPRD Kampar, Ahmad Fikri ini diharapkan bisa menjadi salah satu ajang penampilan seni dan budaya masyarakat Lipat Kain, Kampar Kiri, Kabupaten Kampar, Riau."Acara ini juga sekaligus sebagai ajang untuk memperkenalkan Tujuh Destinasi Wisata yang ada di Lipat Kain. Dan cara ini juga merupakan kehormatan bagi Gubernur Riau dengan Pemberian Gelar "Datuk Paduka Diraja" oleh ninik mamak 9 Suku Kenegerian Lipat Kain," pungkas Fahmizal.