Apartemen Kalibata City menjadi primadona di kalangan warga Ibu Kota. Betapa tidak, dengan harga yang cukup terjangkau, warga bisa merasakan hidup seperti di Apartemen kebanyakan. Disediakan beragam fasilitas untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari penghuninya. Harga murah yang ditawarkan lantaran Apartemen Kalibata City merupakan rusunami yang disubsidi pemerintah.Sayangnya, perlahan peruntukkan Kalibata City tak tepat sasaran. Satu per satu unit di sana malah dinikmati orang berduit.'Aib' tersebut perlahan terbuka seiring terungkapnya satu per satu pelanggaran pidana di lingkungan Kalibata City.Berawal dari kasus pembunuhan Holly Angela Hayu. Penghuni salah satu unit di Kalibata City. Kasus Holly cukup menyedot perhatian lantaran pertama kalinya seorang penghuni di apartemen tersebut tewas jatuh dari lantai 8. Selain itu, kasus tersebut diotaki oleh seorang pejabat eselon I di Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) RI, gatot Supiartono.Dengan dibantu tiga rekannya, Surya hakim, Abdul Latief dan pago Satria, Gatot merencanakan dengan matang untuk menghabisi Holly yang belakangan terkuak merupakan istri siri Gatot. Gatot gelap mata, kesal akan tuntutan Holly yang semakin menjadi, salah satunya meminta Gatot menceraikan istri sah-nya.Kasus lain yang terjadi yakni berulang kalinya pihak Imigrasi Jakarta Selatan menggerebek Apartemen Kalibata City. Hal itu lantaran, di tempat tersebut kerap dijadikan sejumlah Warga Negara Asing ilegal 'ngumpet'. Peredaran narkoba juga marak terjadi di apartemen tersebut.
Advertisement
Selang beberapa tahun, kasus jatuhnya salah satu penghuni Kalibata City kembali terjadi. Kali ini, korban yang diketahui bernama Desi Wulandari (19) jatuh dari lantai 9, Tower Akasia, rabu (16/11) malam. Polisi hingga kini masih terus mengusut kasus tersebut.
Sementara itu, kasus yang masih hangat baru terjadi yakni, laporan anggota Front Pembela Islam (FPI) terkait adanya praktik tak lazim di apartemen tersebut.Kabid Humas Polda Metro Jaya, Kombes Raden Prabowo Argo Yuwono mengatakan anggota FPI ini awalnya menerima broadcast message. Lalu sempat ada komunikasi melalui chatting di Facebook dengan salah seorang dari kelompok itu.
apartemen kalibata city ©photobucket.com
Setelah FPI melakukan pengecekan ditemukan sekumpulan pria. Merasa tidak beres, FPI melapor ke polisi. Argo mengatakan aktivitas itu dilakukan karena ada yang mengorganisir. Dari 13 orang, enam merupakan panitia.Polisi dari Polsek Pancoran ketika menerima laporan langsung bergerak. Pada Sabtu (26/11) sekitar pukul 23.50 WIB dilakukan penggerebekan. Saat itu ditemukan sejumlah pria tidak memakai busana lengkap. Saat dilakukan penggerebekan, beberapa di antaranya sedang bermain kartu. Di mana pihak yang kalah wajib melepas pakaiannya. "Ditemukan telanjang dada. Informasi yang main kartu kalau kalah buka baju atau kaos," ungkapnya.Informasi didapat para pria ini diduga akan melakukan pesta. Saat ini masih dilakukan pendalaman adanya anggota lain dalam kelompok ini bernama Big X Family ini.Sekelumit kasus yang terjadi di Apartemen Kalibata City menjadi salah satu pembahasan di Rumah Lembang, markas pendukung Calon gubernur Jakarta nomor urut 2, Basuki Tjahaja Purnama alias Ahok.Ahok tak menampik jika Kalibata City adalah program pelanggaran.
Advertisement
"Kalau bicara jujur lagi, Kalibata City adalah program pelanggaran. Karena yang belinya penghasilan diatas Rp5 juta. Kalau saya nggak taat aturan saya sudah usir," ujar Ahok ketika menerima pengaduan dari masyarakat di rumah tim kampanye, Jalan Lembang, Menteng, Jakarta Pusat, Kamis (24/11).Pelanggaran yang terjadi, lanjut Ahok, dikarenakan minimnya pengawasan. Pelanggaran yang terjadi salah satunya dijadikannya ajang prostitusi di apartemen tersebut."Dan itu banyak simpanan orang, dan macam-macam," ujar Ahok.
Parahnya, Ahok mendapat informasi jika sebelum dibangun, sudah ada yang memborong unit di apartemen itu.
Razia narkoba di Apartemen Kalibata City ©2016 Merdeka.com/imam buhori
"Saya dengar isu, nggak punya bukti sih, begitu mau dibangun sudah diborong orang. Begitu serah terima kunci langsung buka. Itu padahal subsidi," kata Ahok.Disamping itu, buntut penggerebekan gay, Pemprov DKI akan sanksi Kalibata City.Pelaksana tugas (Plt) Gubernur DKI Jakarta, Sumarsono akan memanggil Wali Kota Jakarta Selatan Tri Kurniadi terkait kasus penangkapan komunitas gay.Dari laporan awal yang diterimanya, sekelompok gay tersebut berkumpul hendak bermain kartu. "Persisnya saya baru terima laporan tadi malam. Katanya mereka hanya main biasalah main mainan kartu kalau kalah copot baju," ungkap Sumarsono di Balai Kota, Senin (28/11).Soni sapaan akrabnya menegaskan, Pemprov DKI berjanji menindak tegas pelanggaran penyalahgunaan tempat. Apalagi jika digunakan untuk kegiatan asusila. Namun Pemprov DKI masih menunggu laporan dari pihak kepolisian."Pasti akan ada penertiban, kita nggak main-main soal kasus gay. Apartemen digunakan untuk tidak pada tempatnya kita tidak main-main," tegas Sumarsono.