Kapolri Jenderal (Pol) Tito Karnavian mengingatkan peserta Aksi Bela Islam 3 yang datang ke Jakarta agar benar-benar memiliki niat tulus membela Islam. Dengan niat tulus bisa menghindari kericuhan.
"Pesan saya, datang dengan niat yang tulus, niat melakukan ibadah yang sangat suci. Karena ini kemasannya adalah zikir, tausiah, doa dan salat Jumat. Semua hubungan kita manusia dengan Allah. Tolong diniatkan yang baik, datang, jangan sampai mengganggu," kata Tito di Kantor MUI, Menteng, Jakarta, Senin (28/11).
Masyarakat juga tidak perlu khawatir ada potensi tindakan anarkis dalam Aksi Bela Islam III. Sebab, Gerakan Nasional Pengawal Fatwa Majelis Ulama Indonesia (GNPF-MUI) sebagai inisiator aksi sudah berjanji pada pihak kepolisian bahwa Aksi Bela Islam III berlangsung damai.
"Masyarakat Jakarta jangan takut, khawatir karena ini sudah jadi itikad, komitmen dan janji penyelenggara untuk tidak melaksanakan kegiatan yang sama sekali anarkis. Betul-betul kegiatan ini super damai, keagamaan," kata Tito.
Tito menegaskan, anak buahnya siap mengamankan Aksi Bela Islam Jilid III. Masyarakat Jakarta yang menjalankan aktivitas diharapkan mencari jalan alternatif lain selain jalur Jalan Merdeka Barat menuju Patung Kuda persimpangan depan Kementerian Pariwisata.
"Bapak, Ibu sebaiknya cari jalan lain supaya engga terjebak macet. Di balai kota, dekat Gambir kemungkinan ditutup," ujar dia.
Jenderal Bintang Empat ini berharap, Aksi Bela Islam Jilid III berjalan damai tanpa penyusup. Menurutnya, seseorang yang memperjuangkan agamanya dengan niat tulus akan mendapat balasan setimpal dari Tuhan Yang Maha Esa.
"Saya berdoa supaya kegiatan ini tidak ada hambatan dan tidak ada pihak-pihak ketiga yang memanfaatkan untuk menganggu. Ini adalah ibadah suci. Allah akan membalas setimpal yang melaksanakan tulus dan bagi yang mengganggu, Allah juga tentunya akan memberikan langkah dan kebijakan," ucapnya.