Hujan yang mengguyur wilayah Tangerang sejak Minggu sore kemarin membuat sejumlah kawasan di banjir. Ketinggian air pun bervariasi dari 30cm hingga 1 meter.Pagi ini, genangan di beberapa titik sudah mulai surut. Meskipun di kawasan Kota Tangerang beberapa warga masih memilih mengungsi.Informasi yang dihimpun merdeka.com, banjir paling tinggi terjadi di Perumnas 3, Kelurahan Bencongan, Kecamatan Kelapa Dua, Kabupaten Tangerang. Banjir merendam rumah di 3 RT yakni 03,05 dan 06 di RW 20. Selain itu juga di RW 31 dan RW 29."Banjir terjadi karena Kali Sabi meluap. Air mulai naik sejak pukul 18.00 WIB. Di rumah saya sekitar 50 cm, yang paling tinggi di RT 6 sampai 1 meter," kata Mita, warga RT 03/020, Senin (14/11).
Meski banjir, kebanyakan warga tidak mengungsi, hanya mengevakuasi kendaraan roda empat dan duanya ke tempat yang lebih aman.
"Warga masih bertahan. Ini sudah biasa sih," katanya.Selain itu, banjir juga terjadi di Kota Tangerang seperti Perumahan Total Persada, Kelurahan Gembor, Kecamatan Periuk yang dilaporkan hingga mencapai 1 meter lebih."Sampai saaat ini air sudah masuk ke perumahan melewati tanggul Kali Ledug dari Magrib hingga saat ini. Petugas tengah damkar membantu proses evakuasi," jelas Asep Yuliarto, warga sekitar.Tak hanya itu, Puri Beta 2 dekat Pom Bensin yang mengarah ke Jalan H Mencong, Kecamatan Ciledug, juga tergenang karena air dari drainase meluap ke jalan. Genangan ini menyebabkan kemacetan yang cukup panjang."Puri Beta 2 tidak bisa dilalui semalam," ujar Sanusi Pane.Rumah di Kompleks Persada Tangerang hanya terlihat atapSejumlah Perumahan Total Persada, Kecamatan Priuk, Tangerang hanya terlihat atapnya saja setelah banjir melanda akibat curah hujan yang tinggi di sekitar lokasi. Rudy menjelaskan, banjir yang menggenangi kawasan Total Persada itu terjadi sekitar pukul 19.00 WIB kemarin."Airnya masih sekitar 2 meter," ujar Camat Priuk, Rudy.
Bahkan dia nenyebut ada seribu lebih rumah yang tenggelam karena banjir."Sedangkan penghuninya dievakuasi ke GOR, Masjid, hingga dibuatkan tenda besar. Karena kita bekerja sama dengan PMI Kota Tangerang serta BPBD untuk melakukan evakuasi warga dengan perahu karet," terangnya.