Didatangi Ahok, penghuni rumah reyot ditawari pindah ke rusun

Didatangi Ahok, penghuni rumah reyot ditawari pindah ke rusun. Adek tak serta merta menerima tawaran Ahok tersebut. Dia masih berpikir-pikir lantaran pertimbangan tempat kerja.

Fikri Faqih
Oleh Fikri Faqih - Reporter
Didatangi Ahok, penghuni rumah reyot ditawari pindah ke rusun
Ahok tawari rusuk ke warga. ©2016 Merdeka.com/fikri faqih

Calon Gubernur DKI Jakarta dengan nomor urut dua Basuki Tjahaja Purnama sempat mendapati salah satu rumah warga hampir roboh. Mirisnya, rumah tersebut ternyata hanya bangunan sewa.Basuki atau akrab disapa Ahok ini awalnya hanya ingin menyusuri tali air dari Setu Babakan, Jagakarsa, Jakarta Selatan. Namun pada perjalanannya dia menemukan warganya tinggal di rumah yang hampir roboh.Adek (26)‎ bersama istrinya Kiki (24) tinggal bersama dua anaknya di Jalan Desa Putra, Gang Setu Babakan, RT 06 RW 05, Jakarta Selatan‎. Sudah hampir setahun mereka tinggal di rumah yang bertetangga dengan sungai."Iya tadi ditawari pindah ke rusun. Cuman lagi mikir-mikir," kata Adek di rumahnya, Senin (31/10).Pria yang berprofesi sebagai montir bengkel ini sebenarnya sudah terbiasa dengan keadaan ini. Walaupun sebenarnya dia juga cukup khawatir kondisi tersebut. Namun yang jadi pertimbangannya adalah kelanjutan mata pencahariannya."Cuman dah biasa di sini, kerja juga deket sini ya udah di sini. Langganan juga ada di sini. Saya ngebengkel," terangnya.‎Adek menceritakan, dalam sebulan harus mengeluarkan kocek paling rendah Rp 400.000 untuk dapat tinggal. Namun pembayaran tidak selalu sama, mengingat kondisi bangunan yang rusak serta penghasilannya yang tidak menentu.‎"Sebenarnya ini mau dijual tapi enggak laku-laku. Paling rendah Rp 400. Kondisi begini saya juga pemasukan gak jelas juga," tutupnya.

Rekomendasi