Kemensos beri bantuan Rp 10 juta pada ahli waris korban banjir Garut

Kemensos beri bantuan Rp 10 juta pada ahli waris korban banjir Garut. Belajar dari peristiwa nahas itu, Khofifah menilai Pemda Garut dan Sumedang harus mengevaluasi tata ruang kota. Hal itu dilakukan guna mengantisipasi kemungkinan bencana banjir selanjutnya.

Juven Martua Sitompul
Oleh Juven Martua Sitompul - Reporter
Kemensos beri bantuan Rp 10 juta pada ahli waris korban banjir Garut
Aksi TNI bantu korban bajir bandang di Garut. ©2016 merdeka.com/arie basuki

Menteri Sosial Khofifah Indar Parawansa menyebut korban meninggal dunia dalam bencana banjir bandang di Garut, Jawa Barat (Jabar) bertambah menjadi 25 orang. Ke-25 orang itu akan menerima santunan Rp 10 juta per orang."Kemarin saya ke sana ada 12 korban jiwa yang meninggal. Sekarang sudah teridentifikasi lagi 13 korban, " kata Khofifah saat melakukan kunjungan ke Musi Banyuasin (Muba), Sumatera Selatan (Sumsel), Rabu (28/9)."‎Jadi ada 25 korban jiwa yang hari ini menerima Bantuan Santunan Kematian (BSK) korban bencana alam melalui ahli waris. Kalau di Sumedang ada empat korban," tambahnya.Belajar dari peristiwa nahas itu, Khofifah menilai Pemda Garut dan Sumedang harus mengevaluasi tata ruang kota. Hal itu dilakukan guna mengantisipasi kemungkinan bencana banjir selanjutnya."Tata ruang di sana (Garut) memang harus di evaluasi lagi untuk mengantisipasi bencana banjir bandang," ungkap dia.Selain itu, Khofifah menuturkan dari data Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) tercatat ada 323 daerah rawan banjir dan longsor. Oleh karenanya, dia meminta BNPB di setiap Kabupaten/Kota lebih waspada dan tanggap terhadap informasi tersebut."BNPB di Kabupaten atau Kota diharapkan agar segera tanggap sebelum terjadinya bencana," pungkas Khofifah.

Rekomendasi