Sejak dilantik pada 13 Juli 2016 lalu, Kapolri Jenderal Tito Karnavian telah melakukan beberapa kali mutasi di tubuh internal Polri. Belum genap sebulan memimpin korps Bhayangkara, Jenderal Tito sudah merotasi 13 perwira tinggi di lingkungan Polri.Jajaran petinggi Porl yang naik pangkat dari Brigjen menjadi Irjen adalah Kapolda Sulut Irjen Wilmar Marpaung, Kapolda Kalbar Irjen Musyafak, Pati SSDM Polri Penempatan BPN Irjen Bambang Kridtiyono. Sementara pati Polri yang naik pangkat dari Kombes menjadi Brigjen ada 10 orang yakni Wakapolda Kalbar Brigjen Joko Irianto, Wakapolda Sulut Brigjen Pol Sutrisno Yudi Hermawan, Kapusjarah Polri Brigjen Istu Hari Winarto.Selain itu, Pati Bareskrim Penugasan BNN Brigjen Tri Agus Prasetyo, Pati Bareskrim Penugasan BNN Brigjen Narullah, Pati Baintelkam Penugasan BIN Brigjen M. Syamsul Hidayat, Pati Bareskrim Penugasan BNN Brigjen Eko Daniyanto, Pati Bareskrim Penugasan BNN Brigjen I Gede Alidwidana, Pati Baintelkam Penugasan BIN Brigjen Mariyanto dan Pati Bareskrim Penugasan BNN Brigjen Tri Ananta. Sebanyak 13 perwira tinggi Polri menjalani upacara kenaikan pangkat di Ruang Rapat Utama Mabes Polri, Jakarta, Kamis (18/8). Dalam upacara tersebut, Kapolri Jenderal Pol Tito Karnavian bertindak sebagai inspektur upacara. "Menyesuaikan dengan wilayah dan strukturnya. Jadi kenaikan pangkat juga mengkuti," kata Tito.Kenaikan pangkat 13 pati itu berdasarkan Keputusan Presiden RI Nomor 61/Polri/Tahun 2016 tertanggal 15 Agustus 2016 Tentang Kenaikan Pangkat Ke dan Dalam Golongan Perwira Tinggi Polri. Dua pekan kemudian, Tito kembali melantik Komjen Syafruddin menjadi wakil Kepala Kepolisian RI (Wakapolri) menggantikan Komjen Budi Gunawan yang ditunjuk Presiden Joko Widodo menjadi kepala Badan Intelejen Negara (BIN). Syafruddin resmi menjadi wakapolri sejak dilantik oleh Tito Karnavian pada pagi ini, Sabtu (10/9).Syafruddin resmi menjadi Wakapolri sejak dikeluarkannya surat telegram rahasia Kapolri nomor ST/2219/IX/2016. Acara pelantikan sendiri dipimpin langsung oleh Tito Karnavian dan berlangsung di Rupatama Mabes Polri pada Sabtu (10/9). Sepekan kemudian, Mabes Polri kembali melakukan rotasi jabatan di struktur organisasi internalnya. Mutasi ini terdapat dalam Surat Telegram Kapolri dengan nomor ST/1253/IX/2016 tertanggal Jumat (16/9), yang ditandangani Wakapolri Komjen Pol Syafruddin.Kapolda Metro Jaya Irjen Pol Moechgiyarto akan dimutasikan sebagai Kepala Lembaga Pendidikan Polri (Lemdikpol) menggantikan Komjen Pol Syafruddin mengisi jabatan Wakapolri. Posisi Kapolda Metro Jaya kemudian akan dijabat Irjen Pol Mochamad Iriawan yang sebelumnya menjabat Kadivpropam Polri.Pergeseran pucuk pimpinan juga terjadi di bumi serambi Makkah. Kapolda Aceh yang sebelumnya dijabat Irjen Pol M Husein Hamidi dimutasikan sebagai perwira tinggi Mabes Polri dalam rangka pensiun.Posisi Kapolda Aceh selenjutnya dipimpin Brigjen Pol Rio Septianda Djambak yang sebelumnya menjabat Wakapolda Aceh. Posisinya yang ditinggalkannya diisi Brigjen Pol Bambang Soetjahyo yang sebelumnya menjabat Dirsosbud Baintelkam Polri.Rotasi itu belum termasuk kenaikan pangkat pati berpangkat Kombes ke Brigjen. Salah satunya yang didapat Wakapolda Lampung Kombes Krishna Murti, yang sebelumnya menjabat Dirkrimum Polda Metro saat Tito menjadi Kapolda Metro Jaya.
Rotasi para jenderal setelah Tito jadi Kapolri
Rotasi para jenderal setelah Tito jadi Kapolri. Sejak dilantik pada 13 Juli 2016 lalu, Kapolri Jenderal Tito Karnavian telah melakukan beberapa kali mutasi di tubuh internal Polri. Belum genap sebulan memimpin korps Bhayangkara, Jenderal Tito sudah merotasi 13 perwira tinggi di lingkungan Polri.
Advertisement
Rekomendasi