Budi Waseso: Bandar lakukan pembunuh masal, masa dihargai!

"Kalau dia lakukan perlawanan kita tembak. Kalau dia dihukum, dihukum mati," ujar Budi Waseso.

Dede Rosyadi
Oleh Dede Rosyadi - Reporter
Budi Waseso: Bandar lakukan pembunuh masal, masa dihargai!
BNN konpers penangkapan pilot dan pramugari pesta sabu. ©2015 merdeka.com/imam buhori

Kekesalan Kepala Badan Narkotika Nasional (BNN) Komisaris Jenderal Budi Waseso terhadap bandar narkoba sudah memuncak. Dia menganggap para bandar adalah pembunuh generasi di tanah air. Dia tegas mengatakan satu nyawa bandar narkoba sangat tidak berarti dan seharusnya setiap bandar dihabisi. Dia pun ingin Indonesia seperti Filipina, semua bandar ditembak mati."Dia (bandar) melakukan pembunuhan masal. Dia pembunuh masa dihargai," kata Budi di DPR, Selasa (6/9).Mantan Kabareskrim Polri ini menilai sudah banyak nyawa melayang sia-sia karena menjadi budak narkoba. Jika dihitung lebih jauh durasi jadi pengedar dan barang yang diedarkan sudah tentu banyak yang menjadi korban."Kalau dia lakukan perlawanan kita tembak. Kalau dia dihukum, dihukum mati. Mengakibatkan orang meninggal dunia bahkan sakit yang tak bisa disembuhkan. Jadi sebanding," tegasnya.Dia lalu membandingkan satu nyawa bandar dengan 100 nyawa korban narkoba. "100 Yang dia matiin. Pelanggaran HAM yang saya tembak dia satu dengan dia membunuh 100 berat mana? Bunuh seratus, ya enggak apa-apa," tuturnya.Dia juga tidak peduli dengan kritik dari berbagai pihak. Mantan Kapolda Gorontalo itu meyakini jika langkahnya tidak melanggar aturan. "Enggak apa-apa kritik itu karena dia belum pernah merasakan jadi korban narkotika. Coba dia anaknya kena," ujarnya.Meski tegas seperti itu, Budi meyakini tidak akan melakukan hukum rimba. Dari proses penangkapan hingga dibawa ke pengadilan petugas akan membuktikan jika orang itu memang bersalah."Masa tiba-tiba ini bandar saya dor. Dia melakukan perlawanan dengan jaringan dia, harus kita lawan," tandasnya.

Rekomendasi