Sejumlah orangtua siswa mengadukan salah satu Kepala Sekolah SDN Negeri di Kecamatan Jatiasih ke Wali Kota Bekasi, Rahmat Effendi, Senin (5/9). Kepsek berinisial E diduga mengancam siswanya agar membeli buku sekolah senilai Rp 600 ribu lebih."Kami keberatan membeli dua paket buku pegangan atau tambahan yang diinstruksikan oleh kepala sekolah," kata seorang wali murid kelas IV, Erli Irmayanti, Senin (5/9).Ia menyebut, satu paket buku jenis Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan (KTSP) senilai Rp 468.000. Sedangkan, satu paket untuk kurikulum yang lama yaitu Kurikulum 2013 (Kurtilas) senilai Rp 258.000.Menurut dia, orangtua siswa melalui komite sempat menggelar pertemuan dengan pihak sekolah. Tak disangka, karena penolakannya itu kepala sekolah malah menyatakan kesiapannya membuat surat pindah para siswa bila orangtua tak ingin mengikuti program sekolah tersebut."Ada ancaman secara tidak langsung, kalau tidak mau mendukung program sekolah. Soalnya, kepala sekolah akan mempersiapkan surat pindah," kata dia.Ia menuding pembelian buku itu melanggar peraturan Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan. Karena itu, sejumlah wali murid meminta kepada pemerintah setempat menindak tegas kepala sekolah tersebut.Sementara itu, Wali Kota Bekasi, Rahmat Effendi, mempersilakan kepada orangtua siswa untuk mengadukan masalah itu ke aparat penegak hukum. Dia tak mempermasalahkan, bila salah satu anak buahnya dilaporkan ke aparat dengan catatan apa yang diadukan itu benar."Kalau memang itu ada bentuk ancaman, silakan pidanakan, apalagi ada pihak luar yang mengintervensi, nggak usah takut kalau benar," ujar Rahmat.
Diduga paksa beli buku, Kepsek SD di Bekasi diadukan ke wali kota
Jika tak membeli buku yang disebut sebagai bagian dari program sekolah tersebut siswa terancam dikeluarkan.
Advertisement
Rekomendasi