Tindak kekerasan yang dilakukan oleh Hafidh Misbah Faisal atau Bogel atau Gobel terbilang sadis. Tidak hanya membunuh korbannya, Nadya Bella Anggreani (19) tetapi juga melakukan pemerkosaan.Pria warga Kelurahan Telogomas, Kecamatan Lowokwaru, Kota Malang itu membawa korban ke TKP yang memang sepi dan jauh dari perkampungan. Apalagi perbuatan itu dilakukan pada malam menjelang dini hari, Sabtu (27/8).Kepada penyidik, Gobel mengaku sakit hati dengan perkataan korban yang menghinanya saat berada di kafe, beberapa jam sebelumnya. Karena itu mengajaknya ke pinggiran sawah untuk meluapkan kemarahannya.Gobel mengaku memerkosa korbannya setelah dalam kondisi meninggal dunia. Korban dibunuh dengan cara dicekik, karena melakukan perlawanan akhirnya dihempaskan ke pematang sawah. Melihat kondisi korban yang masih hidup, korban kemudian kembali dicekik hingga meninggal dunia.Kesadisan Gobel berlanjut dengan melakukan pemerkosaan yang diduga korban sudah dalam kondisi meninggal dunia."Setelah disetubuhi, setelah puas dihempaskan ke saluran irigasi dengan ditutupi daun-daun di situ," kata AKP Adam Purbantoro, Kasatreskrim Polres Malang di Kepanjen, Jumat (2/9).Kata Adam, pengakuan tersebut masih harus dilengkapi dengan bukti autopsi yang masih dalam proses. Autopsi masih dilakukan oleh dokter Rumah Sakit Saiful Anwar (RSSA) Malang.Wakapolres Malang, Kompol Deky Hermansyah mengungkapkan, Satreskrim telah bekerja cepat mengungkap kasus kematian Bella. Tidak butuh waktu lama dari sejak ditemukan jasad korban tanpa identitas, Kamis (1/9)."Kasusnya masih terus didalami, melalui tahapan-tahapan," katanya.Atas perbuatannya, kata Deky, pelaku diancam dengan pasal pembunuhan berencana. Pelaku dijerat dengan pasal berlapis dengan ancaman minimal seumur hidup."Kita jerat dengan Pasal 340 tentang Pembunuhan Berencana. Anda tahu kan ancamannya, minimal seumur hidup, maksimalnya hukuman mati," katanya.
Usai dibunuh, jasad Nadya Bella Anggreani juga diperkosa bogel
Tindak kekerasan yang dilakukan oleh Hafidh Misbah Faisal atau Bogel atau Gobel terbilang sadis.
Advertisement
Rekomendasi