Menteri Sosial Khofifah Indra Parawangsa akan membantu proses rehabilitasi terhadap tujuh anak yang menjadi korban prostitusi kaum gay yang dilakukan oleh muncikari AR (41). Proses rehabilitasi tersebut yaitu berupa terapi kejiwaan di RPSA Kementerian Sosial.
"Psychisocial therapy tidak didampingi orangtua korban tapi langsung didampingi oleh KPAI. Tugas Mensos prinsipnya siap melakukan psychisocial therapy," kata Khofifah di Bareskrim Polri, Rabu (31/8).
Sebelum direhabilitasi, ke tujuh anak korban RA tersebut, kata dia, saat ini masih menjalani tes kesehatan. "Sekarang sedang menunggu hasil tes. Semoga tidak ada yang terinfeksi HIV," katanya.
Sementara itu, Khofifah mengimbau kepada masyarakat yang anaknya menjadi korban ataupun mengetahui adanya eksploitasi terhadap anak untuk mengadukan ke call center resmi milik Kementerian Sosial. Sehingga, pihaknya dapat memberikan bantuan.
"Bisa hubungi1500771, di manapun ada teman-teman menemukan anak terlantar, tereksploitasi dan kejahatan seksual bisa menghubungi," katanya.
Sebelumnya, Tim Subdit Cyber Crime Direktorat Tindak Pidana Ekonomi dan Khusus Bareskrim Polri telah mengungkap prostitusi bagi kaum gay. Penangkapan dilakukan di sebuah hotel di Jalan Raya Puncak KM 75, Cipayung, Bogor, Selasa (30/8/2016) sore.
Korban sendiri hanya diberikan upah Rp 100 ribu sampai Rp 150 ribu. Padahal, AR mematok tarif ke pelanggannya sebesar Rp 1,2 juta.
Direktur Tindak Pidana Ekonomi dan Khusus Bareskrim Polri, Brigjen Pol Agung Setya menjelaskan, AR tak hanya memiliki tujuh anak untuk disediakan kepada para pelanggannya."AR tidak memiliki 7 tapi 99 anak-anak. Ini akan kita tangani secara berkelanjutan," kata Agung dalam konferensi pers di Bareskrim Polri.