Kopi 'Jessica' tanpa sianida buatan warga Surabaya

Haris menyatakan muncul ide menjual kopi 'Jessica' berawal lantaran dagangannya kurang laris.

Bruriy Susanto
Oleh Bruriy Susanto - Reporter
Kopi 'Jessica' tanpa sianida buatan warga Surabaya
kopi jessica. ©2016 Merdeka.com/Masfiatur Rochma

Kasus pembunuhan Wayan Mirna Salihin begitu menyita perhatian publik. Terlebih lagi pembunuh Mirna diduga teman dekatnya, Jessica Kumala Wongso. Jessica disinyalir menaruh racun sianida di dalam kopi Vietnam yang menyebabkan Mirna tewas.Kini kasus tersebut tengah bergulir di persidangan untuk menguak apakah Jessica adalah penaruh racun atau bukan. Sementara itu, di tengah ramainya pemberitaan kasus tersebut memunculkan inspirasi bagi Sefri Haris G. Bastian.Warga Jalan Kedinding Lor, Gang Palem, Surabaya tersebut memproduksi kopi bermerek 'Jessica Coffeemix'. Di bungkus kopinya, pria 29 tahun itu menampilkan foto Jessica. Namun tak hanya itu, Haris, panggilan akrabnya, juga mencantumkan kata-kata, 'Hai Ngopi Yuk, dan 'Jangan lupa ajak teman-teman yaa'. Kemudian juga ada tulisan 'Asli tanpa sianida.'Haris menyatakan muncul ide menjual kopi 'Jessica' berawal lantaran dagangannya kurang laris. Dia lantas melihat kasus itu mencuat di semua media, baik televisi, elektronik, cetak, termasuk meme di media sosial. Akhirnya terbersit dalam benaknya menumpang ketenaran Jessica buat mendongkrak penjualan kopi."Iseng saja, saya taruh di Facebook, ternyata kopinya ramai dan booming banyak dibicarakan. Setelah itu banyak pesanan," kata Haris, Rabu (24/8).Dalam membuat kopi 'Jessica', kata Haris, dia menggunakan bubuk kopi murni, kemudian dicampur dengan gula tanpa tambahan lainnya. Setelah itu, dia menguji rasa lebih dulu sebelum dikemas dan dijual."Dirasakan dulu, kalau kurang manis ya tambahin gula sendiri. Enggak ada tambahan krim atau susu, cuma gula. Harganya Rp 15 ribu untuk berat 150 gram," ucap Haris.Kini, kopi 'Jessica' buatannya diluncurkan pada Juli 2016 selalu dicari. Pelanggannya mulai dari Surabaya Jakarta, Bandung, Solo, Yogyakarta, hingga Kalimantan.Menanggapi adanya kopi tersebut, salah satu tim kuasa hukum Jessica, Hidayat Boestam, mempertanyakan maksud label bergambar kliennya itu. Hidayat menduga tak ada izin tentang peredarannya."Biarin saja dulu, kita pelajarin siapa pemiliknya. Kita akan selidiki, kita akan investigasi, melanggarkah, ilegalkah merek itu," kata Boestam saat dikonfirmasi, Selasa (23/8).Tentang peredaran kopi itu sendiri, Boestam mengungkapkan baru mengetahuinya pada Senin kemarin. Informasi tersebut langsung dari keluarga Jessica."Saya baru tahu kemarin, dari keluarga Jessica ada kopi (bergambar Jessica) itu," ujarnya.Meski demikian, Boestam menuturkan enggan mengambil langkah hukum. Karena menurutnya, yang terpenting saat ini hanyalah sidang yang masih berlangsung di Pengadilan Negeri Jakarta Pusat."Kita fokus ke kasus dulu sekarang. Intinya, kita ke sidang saja dulu," tutupnya.

Rekomendasi