Presiden Joko Widodo (Jokowi) berdialog dengan para budayawan di Galeri Nasional Indonesia, Selasa (23/8). Presiden meminta masukan dari para budayawan untuk mempercepat pembangunan infrastruktur di tanah air. "Saya ingin mendapatkan masukan-masukan, mendapatkan input-input, agar pembangunan infrastruktur yang lunak, infrastruktur yang tidak keras itu juga mulai bisa kita mulai yang ada," ungkap Presiden di Gedung Galeri Nasional Jalan Medan Merdeka Timur, Jakarta Pusat.Presiden meyakini masukan dari para budayawan dalam pembangunan infrastruktur merupakan kontribusi yang penting. Tentunya, kata dia, masukan tersebut akan bermuatan dimensi budaya, identitas serta karakter bangsa. "Itu (dimensi budaya dan karakter) lebih nampak," terangnya.Berikut nama-nama para budayawan yang berdiskusi dengan Presiden Jokowi di Galeri Nasional Indonesia:Karlina Supeli (Jakarta)
Edi Sedyawati (Jakarta)
Sri Edi Swasono (Jakarta)
Mohammad Sobary (Jakarta)
Jim Supangkat (Bandung)
Ishak Ngeljaratan (Makassar)
Arswendo Atmowiloto (Jakarta)
Franz Magnis Suseno (Jakarta)
Susanto Mendut (Magelang)
Jean Couteau (Bali)
Toety Herati (Jakarta)
Al-Azhar (Riau)
Tatang Ramadhan Bouqie (Jakarta)
Edy Utama (Padang)
Teuku Kemal Fasya (Aceh)
Renny Jayusman (Jakarta)
Garin Nugroho (Jakarta)
Sys Ns (Jakarta)
Djaduk Ferianto (Jogya)
Nasirun (Jogya)
Ahmad Tohari (Banyumas)
Butete Kertaradjasa (Jogya)
Sardono Waluyo Kusumo (Jogya)
Png Hari Wahyu (Jogya)
Acep Zamzam Noer (Tasikmalaya)
Radhar Panca Dahana (Jakarta)
Sei Warso Wahono
Aisne Yanto
Mudji Sutrisno