Kalah berjudi, Gusti takut pulang dan pilih sembunyi di hutan

Gusti sebelumnya pamit mencari janur, namun sudah dua hari tak pulang.

Redaksi Merdeka
Oleh Redaksi Merdeka - Reporter
Kalah berjudi, Gusti takut pulang dan pilih sembunyi di hutan
Ilustrasi Perjudian. ©2015 Merdeka.com

I Gusti Ketut Weken (55), warga Banjar Anyar Kelod, Desa Penyaringan, Kecamatan Mendoyo, Jembrana, Bali sempat menghilang dua hari. Bahkan pihak keluarga melibatkan warga, polisi dan sempat menanyakan ke dukun untuk mencari keberadaan Gusti. Namun di saat keluarga sibuk mencari, tadi pagi tiba-tiba Gusti kembali ke rumah dengan tampang yang sangat lusuh.Kepulangan petani ini tentu saja membuat lega keluarga terutama istrinya, Jero Yasmin. Ada yang menduga Gusti disembunyikan wong samar, ada juga yang khawatir jika dia terjatuh di jalan atau korban perampokan.Setelah didudukkan, Gusti ternyata mengaku selama dua hari ini sembunyi di hutan. Itu dilakukan dengan sangat terpaksa setelah kalah judi main bola adil sehingga takut pulang. Tentu saja pengakuan Gusti membuat keluarganya kaget, karena kesehariannya memang tidak suka berjudi dan mabuk. Apalagi sebelum menghilang dirinya berpamitan untuk mencari janur."Jadi yang saya dengar dia itu sebenarnya pamit cari janur hanya alasan saja. Sebenarnya dia main judi. Tapi karena kalah banyak dia tidak berani pulang," ujar Dewa, tetangga Weken, Minggu (21/8).

Sementara itu Kanit Reskrim Polsek Mendoyo Iptu Moh. Yaqin dikonfirmasi membenarkan yang bersangkutan telah kembali sendiri pulang ke rumahnya.Dari hasil interogasi menurut Yaqin, yang bersangkutan mengaku saat hendak mencari janur di kebun, bertemu seseorang yang tidak dikenalnya mengajak pergi."Saat diajak pergi laki-laki tidak dikenalnya itu, yang bersangkutan langsung nurut dan tanpa sadar tiba-tiba ada di Tanah Lot, Tabanan. Dari tanah Lot dia jalan kaki menuju jalur Denpasar-Gilimanuk untuk naik bus pulang ke rumahnya," tutup Yaqin.

Rekomendasi