Ungkapan kekecewaan Gloria batal gabung Paskibraka di Istana Negara

"Saya kurang tahu hukum, karena notabene juga saya masih SMA."

Adriana Megawati
Oleh Adriana Megawati - Reporter
Ungkapan kekecewaan Gloria batal gabung Paskibraka di Istana Negara
Menpora Imam Nahrawi dan Gloria Natapradja Hamel. ©2016 Merdeka.com/Adriana Megawati

Masalah dwi kewarganegaraan membuat Gloria Natapradja Hamel (16) gagal dikukuhkan sebagai tim Pasukan Pengibar Bendera pusaka (Paskibraka) 2016 di Istana Negara. Rasa kecewa begitu besar dirasakannya. Padahal niatnya tulus untuk makin mencintai dan mengharumkan Indonesia.Kecintaan Gloria terhadap bangsa Indonesia terpaksa dipatahkan pemerintah. Mimpi sebagai bagian pengibar bendera terpaksa pupus di tengah jalan. Dia gagal mengikuti jejak ibunya menjadi Paskibraka tahun 1992 silam"Berat sekali, karena mama adalah seorang paskibraka (tahun 1992) dia tahu betapa sakitnya tidak mengibarkan bendera," kata Gloria di Gedung Kementerian Pemuda dan Olahraga (Kemenpora), Jakarta, Selasa (16/8).Keturunan Indonesia-Prancis ini masih berat mengatakan langsung kepada kedua orang tuanya. Menurut dia, sang Ayah sebagai warga negara asing begitu khawatir dengan kondisinya sekarang."Ayah adalah sosok yang hanya memikirkan satu hal, yaitu kebahagiaan saya. Lalu dia itu sangat khawatir dengan saya mungkin karena psikisnya bagaimana. Tapi saya mencoba buat menenangkan dia kalau saya 'i'm fine'," ungkapnya.Terkait pembatalan ini, Gloria mengaku tidak mengetahui tentang syarat soal warga negara dalam formulir pendaftaran Paskibraka. Apalagi panitia pendaftaran kala itu tidak melakukan verifikasi ulang. Meski begitu, gadis remaja ini tidak mau menyalahkan pihak lain."Karena itu persyaratannya sudah lama banget, pendaftarannya waktu bulan Februari. Mungkin karena saya enggak tau (status kewarganegaraan), jadi ada salah di sayanya mungkin. Karena saya juga enggak tahu kejelasan warga negara saya," ujarnya.Selain itu, Gloria juga tidak mengetahui soal aturan warga negara di Indonesia. "Saya kurang tahu hukum, karena notabene juga saya masih SMA. Saya masih bener-bener enggak tau," terangnya.

Rekomendasi