Juara Transmigran Teladan berpenghasilan ratusan juta per tahun

Pemberian anugerah merupakan bentuk apresiasi kepada para mereka yang telah membantu menyukseskan program transmigrasi.

Haris Kurniawan
Oleh Haris Kurniawan - Reporter
Juara Transmigran Teladan berpenghasilan ratusan juta per tahun
Transmigran teladan 2016. ©2016 Merdeka.com/Istimewa

Kementerian Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal, dan Transmigrasi (Kemendes PDTT) memberikan penganugerahan transmigran teladan dan pembina pemukiman transmigrasi teladan 2016, kemarin.

Pemberian anugerah ini merupakan bentuk apresiasi kepada para mereka yang telah membantu menyukseskan program transmigrasi, khususnya para transmigran dan pembina permukiman transmigrasi di seluruh Indonesia.

Mendes PDTT Eko Putro Sandjojo mengatakan, pemberian anugerah ini merupakan penghargaan sekaligus pengakuan atas keteladanan para transmigran dan pembina permukiman transmigrasi.

Untuk kategori Transmigran Teladan juara 1 diraih oleh Munaksan dari Provinsi Sulawesi Tengah, juara 2 Munjung dari Provinsi Nusa Tenggara Barat, juara 3 Disro dari Provinsi Sumatera Selatan.

Para ketiga juara transmigran teladan tersebut saat ini kehidupannya telah menjadi lebih baik semenjak mengikuti program transmigrasi. Munaksan juara 1 transmigran teladan 2016 ini berasal dari unit permukiman transmigrasi Mopu, Kecamatan Bukal, Kabupaten Buol, Provinsi Sulawesi Tengah. Pria asal kota Pasuruan, Jawa Timur ini mengikuti program transmigrasi pada bulan Desember Tahun 2010.

Setelah mengikuti program transmigrasi Munaksan memiliki jumlah penghasilan hingga 700 juta dalam per-tahun. Penghasilan sebanyak itu ia dapatkan dari kesuksesannya mengembangkan pertanian jagung. Bahkan dari hasil penjualan jagung ini, Munaksan mampu membeli lahan lain diluar lokasi transmigrasi untuk mengembangkan usaha jagungnya. Dalam satu bulan Munaksan mampu menjual jagung yang ia tanam di lokasi transmigrasi hingga 200 ton.

Munaksan yang juga seorang Kepala Desa di unit permukiman transmigrasi Mopu ini mengatakan agar program transmigrasi bisa diperluas hingga seluruh wilayah Indonesia, agar warga Indonesia yang lain bisa tahu dan menikmati apa yang ia rasakan saat ini menjadi Juara 1 Transmigran Teladan 2016.

Eko menjelaskan, fakta menunjukkan bahwa penyelengaraan transmigrasi selama ini telah memberikan manfaat yang besar bagi tumbuh kembangnya wilayah potensial di Tanah Air menjadi pusat-pusat pertumbuhan baru. Bahkan, penyelenggaraan transmigrasi di beberapa daerah telah mendorong terbentuknya kota-kota baru menjadi dua ibu kota provinsi, 104 ibu kota kabupaten, 385 kecamatan, dan lebih dari 1.185 desa.

"Desa-desa definitif tersebut membangun dan mempercepat tumbuhnya desa-desa mandiri, mengintegrasikan desa-desa dalam kawasan transmigrasi menjadi desa yang mandiri dan maju," jelasnya.

Menurutnya, transmigrasi secara sistematis dan berkelanjutan berhasil mensinergikan potensi sumber daya alam dan tenaga kerja produktif menjadi kekuatan nyata yang mendorong terciptanya ketahanan pangan, serta berkembangnya ekonomi kerakyatan.

Rekomendasi