Ini hasil pertemuan internasional di Bali soal pencegahan terorisme

3 Kesepakatan tersebut yaitu pertukaran informasi intelijen, peningkatan teknologi cyber dan pengawasan perbatasan

Faiq Hidayat
Oleh Faiq Hidayat - Reporter
Ini hasil pertemuan internasional di Bali soal pencegahan terorisme
Kepala BNPT di International Meeting on Counter Terrorism. ©2016 Merdeka.com/BNPT

Menko Polhukam Wiranto menyatakan, perwakilan 21 negara dan 3 organisasi internasional (ASEAN, Interpol, dan PBB) telah menyepakati tiga kerjasama dalam penanggulangan terorisme. Tiga kesepakatan tersebut yaitu pertukaran informasi intelijen, peningkatan teknologi cyber dan pengawasan perbatasan antar negara. "Banyak sekali masukan positif, saya sangat bersyukur dapat melakukan pertemuan ini dan membuahkan kesepakatan kita lebih ketat melawan terorisme," kata Wiranto saat jumpa pers International Meeting on Counter Terrorism di Hotel Sofitel Nusa Dua Bali, Rabu (10/8).Dia mengharapkan, pertukaran informasi intelijen bisa melacak kegiatan aksi terorisme di berbagai negara. Menurutnya, informasi intelijen sangat akurat dalam memberikan data-data pergerakan terorisme."Kita tahu sumber intelijen sumber informasi yang akurat tentang kegiatan terorisme yang tentunya ada kaitannya regional dan lokal. Dalam kegiatan intelijen setiap negara bisa bertukar informasi dan intens," jelas Wiranto.Selain itu, Wiranto melanjutkan, kerjasama bidang teknologi cyber juga perlu dilakukan karena para kelompok terorisme sudah menggunakan teknologi cyber. Mereka juga kerapkali menghasut untuk melakukan ancaman teror melalui teknologi."Peningkatan penggunaan cyber teknologi tinggi perlu diwaspadai, teroris sekarang menggunakan teknologi, kalau kita tidak kerjasama tentu kita akan ketinggalan daripada yang mereka (teroris) lakukan," terang Wiranto.Menurut Wiranto, terjadi kesepakatan untuk meningkatkan pengawasan dan meminimalisir ruang gerak kelompok terorisme. Atas hal itu, dia meminta beberapa negara tak mempersulit melakukan penanggulangan terorisme dan memerangi terorisme di perbatasan. "Kalau berbagai negara masih kaku menghadapi terorisme batas-batas formal antar negara, maka kita akan kewalahan. Maka itu dikupas tuntas bagaimana kita bisa menghilangkan sekat-sekat batas negara itu untuk bersama menanggulangi teroris yang tak kenal batas negara," tandasnya.

Rekomendasi