Menko Polhukam Wiranto menggelar pertemuan bilateral dengan Menteri Perumahan India Kiren Rijiju di Hotel Sofitel Nusa Dua, Bali, Selasa (9/8) sore ini. Pertemuan ini dilakukan secara tertutup. Dalam pertemuan bilateral ini, Wiranto didampingi Deputi II Kemenko Polhukam Bidang Politik Luar Negeri Lutfi Rauf, Asdep II Kemenko Polhukam Bidang Politik Luar Negeri Berlian dan Direktur keamanan internasional dan perlucutan senjata Andi Rahmanto. Sedangkan, Kiren Rijiju didampingi beberapa staf kedutaan besar India untuk Indonesia.Selanjutnya, Menko Polhukam Wiranto menggelar pertemuan bilateral dengan Jaksa Agung Australia George Brandis di tempat yang sama. Sementara itu, dalam pertemuan ini Wiranto didampingi Ketua BNPT Suhardi Alius dan Ketua PPATK Muhammad Yusuf. Kementerian Koordinator Bidang Politik, Hukum, dan Keamanan, Badan Nasional Penanggulangan Terorisme, dan Kementerian Luar Negeri akan menyelenggarakan International Meeting on Counter-Terrorism (IMCT) di Hotel Sofitel, Nusa Dua, Bali, pada Rabu (10/8) besok.
Pertemuan diselenggarakan secara bersamaan dengan 2nd Counter-Terrorism Financing Summit oleh Pusat Pelaporan dan Analisis Transaksi Keuangan (PPATK) RI dan Australian Transaction Report and Analysis Centre (AUSTRAC). Wakil Presiden RI akan hadir dan menyampaikan pidato kunci dalam kedua pertemuan tersebut.Pertemuan IMCT terdiri dari Ministerial Session yang akan mengambil tema Countering Cross-Border Terrorism dan Panel Discussion yang akan membahas mengenai isu deradikalisasi dan Foreign Terrorist Fighters yang akan dipimpin oleh Menko Polhukam Wiranto sebagai ketua (chair) pertemuan."Pertemuan dilatarbelakangi oleh perhatian khusus Pemerintah Indonesia terhadap ancaman terorisme internasional, terutama tantangan yang dihadapi berbagai negara terkait pergerakan teroris dan lalu lintas persenjataan dan bahan peledak, informasi, dan pendanaan lintas batas," kata Wiranto di Nusa Dua Bali, Selasa (9/8).Pertemuan ini akan diikuti 300 peserta yang mewakili 21 negara dan 3 organisasi internasional. Negara-negara tersebut yaitu Australia, Amerika Serikat, Belgia, Belanda, Brunei Darussalam, Kanada, Filipina, Inggris, India, Indonesia, Selandia Baru, Singapura, Sri Lanka, Malaysia, Pakistan, Prancis, Rusia, RRT, Thailand, Turki, Vietnam, dan 3 (tiga) organisasi internasional, yakni ASEAN, INTERPOL, dan PBB. "Pertemuan diharapkan akan menghasilkan Chair’s Statement sebagai outcome penguatan kerja sama internasional terkait penanggulangan terorisme," tandasnya.