Hendak jemput adik, Riski dipukuli polisi sedang melerai tawuran

Polresta Jambi malah meminta kasus itu diselesaikan secara kekeluargaan.

Aryo Putranto Saptohutomo
Hendak jemput adik, Riski dipukuli polisi sedang melerai tawuran
Ilustrasi Penganiayaan Polisi. ©2014 Merdeka.com

Seorang pemuda di Jambi, Riski Adi Putra (20), menjadi korban penganiayaan oleh polisi. Padahal, Riski saat itu hanya hendak menjemput adiknya dari sekolah.Insiden itu terjadi pada Sabut (6/8) pekan lalu. Riski akan adiknya merupakan seorang siswi bersekolah di SMAN 10, Jambi. Namun saat itu terjadi tawuran antarpelajar sekolah. Dia mendapat kabar adiknya tidak boleh pulang jika bukan pihak keluarga yang menjemput.Lantas, berangkatlah Riski menjemput adiknya. Namun saat dalam perjalanan, warga Jalan Siwabesy, RT 9, Kelurahan Buluran, Kecamatan Telanaipura, Jambi itu malah ditangkap. Dia kemudian dikeroyok polisi sedang menangani tawuran.Seperti dilansir dari Antara, akibat pengeroyokan itu, Riski mengalami memar-memar. Tidak terima dengan perlakuan polisi, Riski melapor Bidang Profesi dan Pengamanan (Propam) Polresta Jambi didampingi kuasa hukumnya.Kapolresta Jambi, Kombes Pol Bernard Sibarani, membenarkan kejadian itu. Menurut dia, pelaku pengeroyokan adalah anggota Sabhara Polresta Jambi. Dia berjanji memberikan sanksi kepada anggota Sabhara menganiaya Riski."Untuk anggota Polresta yang memang terbukti melakukan perbuatan itu akan dikenakan sanksi maksimal pidana," kata Bernard di Jambi, Selasa (9/8).Hanya saja, Bernard menginginkan perkara itu berakhir dengan cara kekeluargaan antara pelaku dan keluarga korban.

Rekomendasi