Upacara ngaben (kremasi) dilakukan secara masal rutin dilakukan di Bali. Seperti yang terjadi di desa adat Pecatu kecamatan Kuta Selatan di Bali. Selain menunjukkan kebersamaan, juga menjalin rasa saling membantu terhadap warga yang tidak mampu.
Bendesa Adat Pecatu, I Made Sumerta mengatakan sebanyak 147 Sekah (orang sudah meninggal belum kremasi) mengikuti prosesi upacara ngaben secara massal.
"Pelaksanaan ngaben merupakan bagian dari upacara yang harus dilakukan bagi umat Hindu di Bali. Kali ini, semangat kebersamaan kita munculkan dalam pelaksanaan ngaben massal dan akan rutin kita laksanakan. Saat ini ada 147 Sekah yang mengikuti," kata I Made Sumerta di Bali, Sabtu (6/8).
Dari pelaksanaan ngaben masal kali ini, Wagub Bali I Ketut Sudikerta hadir dan memberikan semangat moril juga secara kebetulan, orang nomor dua di pemerintahan provinsi Bali ini berasal dari desa adat Pecatu.
Bahkan, I Ketut Sudikerta mendapat kehormatan untuk menaiki bade yang berisi Sekah yang diusung oleh warga diarak dari batas desa menuju setra (kuburan) desa adat pakraman Pecatu.
"Saya sangat mengapresiasi bantuan dan kehadiran Pak Wagub, di sini sebagai bentuk dukungan bagi kami, dan saya harap dukungan dan arahan seperti ini bisa terus dilanjutkan pada kesempatan berikutnya," tutupnya.