Kementerian Pariwisata bekerja sama dengan Himpunan Lembaga Pendidikan Tinggi Pariwisata Indonesia (Hildiktipari) menggelar Rapat Koordinasi Nasional (Rakornas) Perguruan Tinggi Pariwisata se-Indonesia di Hotel Golden Tulip Bay View Ungasan, Bali. Rakornas yang mengangkat tema 'Peran Aktif Perguruan Tinggi Pariwisata dalam Pencapaian Target 20 juta Kunjungan Wisman Tahun 2019 itu digelar mulai Rabu (3/8) sampai Jumat (5/9) mendatang. Deputi Bidang Pengembangan Kelembagaan Kepariwisataan (Deputi BPKK) Ahman Sya menjelaskan rakornas tersebut membahas seputar komitmen para stakeholder lembaga pendidikan pariwisata dalam membangun Sumber Daya Manusia di 10 Destinasi Pariwisata Prioritas. Rakornas kali ini merupakan sarana evaluasi dan tindak lanjut Kesepakatan Bersama dari Rakornas Pendidikan Tinggi Pariwisata I yang digelar di Jakarta pada tahun 2015. Dia menjelaskan Kementerian Pariwisata berkomitmen untuk meningkatkan kualitas dan daya saing SDM pariwisata yang tahun ini diwujudkan dalam program kegiatan antara lain memfasilitasi kegiatan sertifikasi bagi 35.000 tenaga kerja sektor pariwisata. "Angka ini mengalami kenaikan 100 persen dari target tahun 2015 yang lalu sebanyak 17.500 tenaga kerja," kata Ahman dalam sambutannya di pembukaan Rakornas, Bali, Rabu (3/8). Ahman menjelaskan Rakornas tersebut digelar sebagai upaya mewujudkan target Kementerian Pariwisata yang menargetkan 20 juta wisatawan mancanegara dapat berplesir di sejumlah destinasi wisata pada tahun 2019.
Guna mewujudkan target tersebut, Kementerian Pariwisata juga melakukan program kegiatan memfasilitasi pendirian Lembaga Sertikasi Profesi (LSP) bidang pariwisata di 34 provinsi serta pelatihan dasar pariwisata untuk 17.600 orang di seluruh Indonesia."Dan kami menargetkan 275 juta pergerakan wisatawan nusantara (wisnus) di Tanah Air," katanya. Pelatihan dasar pariwisata yang difasilitasi oleh Kementerian Pariwisata antara lain berupa pemberian pemahaman dan pelatihan penerapan Sapta Pesona (keamanan, ketertiban, kebersihan, kenyamanan, keindahan, keramahtamahan, dan kenangan) bagi SDM pariwisata sebagai kunci utama dalam menciptakan pelayanan prima bagi wisatawan dalam rangka peningkatan daya saing.