Terpidana teroris No'im Ba'asyir mengamuk karena permintaannya kepada Kusmanto Eko Putro Kalapas Kelas II A Pamekasan, tidak dipenuhi. Dia menyatakan perang dengan lapas Pamekasan karena permintaannya tidak dipenuhi.
No'im meminta ruang kesehatan lapas dapat dijadikan bilik asmara, agar dia dapat berhubungan intim dengan sang istri. Berbeda dengan, No'im para narapidana Rumah Tahanan (rutan) Salemba, hanya dapat senyum-senyum apabila ingin melepaskan hasratnya kepada sang istri.
Kepala rutan Salemba, Satrio Waluyo mengatakan bahwa banyak para narapidana yang mengajukan izin kepada dirinya untuk bertemu dengan istri mereka.
"Ya paling mereka bilang 'pak minta izin pulang pak' sambil senyum-senyum, saya tahu itu sebenarnya kode mereka. Memang ada aturan untuk narapidana bertemu keluarga," ucap Satrio kepada awak media di rutan Salemba, Selasa (12/7).
Diakuinya bahwa belum ada kebijakan mengenai bilik asmara yang disediakan untuk para narapidana.
"Secara keseluruhan belum ada aturan tentang itu (bilik asmara). Kemungkinan untuk itu sulit, karena belum ada aturan. Kajian sudah lama tapi belum tuntas. Tapi nanti ke depan semoga ada. Untuk di rutan Salemba tidak ada bilik asmara," pungkas Satrio.
Sebelumnya, Menteri Hukum dan HAM, Yasonna Laoly belum berencana menyediakan bilik asmara bagi para narapidana. Fokus kementerian saat ini mencari solusi kondisi lembaga pemasyarakatan yang melebihi kapasitas.
"Kita belum bisa sekarang ini, fasilitas belum memungkinkan. Jadi kita tangani over capacity dulu lah," kata Yasonna di lapangan kantor kementerian hukum dan HAM, Senin (11/7).