Juru bicara Partai Demokrat Ruhut Sitompul mengaku telah mendapat informasi soal kondisi I Putu Sudiartana di Rumah Tahanan Polres Jakarta Selatan. Sejak ditetapkan tersangka kasus suap di Dinas PU Sumatera Barat, kata Ruhut, kondisi Putu memang belum stabil."Saya dengar dari temuan komisioner KPK, dia lagi stres," kata Ruhut di acara mudik gratis Partai Demokrat, di Parkir Timur Senayan, Jakarta, Minggu (3/7).Dari kasus Putu, Ruhut memperingatkan kader partai Demokrat berpikir ulang untuk bermain-main di pusaran korupsi. Sebab jika terbukti melakukan praktik korupsi, Partai Demokrat tak akan segan memecat kader tersebut."Karena itu saya ingatkan pada semua kader-kader saya jangan main api nanti terbakar. Dan saya sebagai polhukamnya partai Demokrat tegas apabila ada dua alat bukti jadi tersangka kami enggak segan langsung kami pecat," tegasnya.Ruhut memastikan Putu sudah diberhentikan dari seluruh keanggotaan partai berlambang berlambang bintang Mercy ini. Proses pemecatan Putu saat ini sedang diproses."Enggak ada lagi (status anggota). Lagi diproses tapi sudah kita berhentikan," pungkasnya.Untuk diketahui, politikus Demokrat I Putu Sudiartana ditetapkan sebagai tersangka dalam kasus dugaan suap proyek Dinas Pekerjaan Umum Pemprov Sumatera Barat. Proyek tersebut senilai Rp 300 miliar."Ini berhubungan dengan proyek yang digagas Dinas Prasarana Wilayah, Tata Ruang dan Permukiman Pemprov Sumbar. Menangani pembangunan 12 ruas jalan di Sumbar," kata Wakil Ketua KPK, Laode M Syarif, dalam jumpa pers di Gedung KPK, Rabu (29/6).Proyek tersebut dianggarkan dalam APBN-P 2016. Terkait kasus ini, KPK masih mendalami pihak lain yang mungkin terlibat. Melalui kepala dinas, pengusaha dan sejumlah pihak yang berkaitan."Ini (penganggaran) untuk tiga tahun," tambahnya.Laode menegaskan KPK belum bisa mencari benang merah dalam kasus ini. Mengingat Sudiartana merupakan anggota Komisi Hukum yang seharusnya tidak ada kaitannya dengan proyek pembangunan infrastruktur. Selain itu, yang bersangkutan juga bukan berasal dari Dapil Sumbar."Maka itu masih dalam penelitian, sedang kita pelajari. Kita sudah telusuri dari kepala dinas, pengusaha," bebernya.Terkait kasus ini, KPK menyita SGD 40.000. Apakah uang itu bagian dari komitmen fee juga masih ditelusuri."Yang berhubungan dengan komitmen fee belum bisa kami jelaskan," pungkasnya.Seperti diketahui, KPK melakukan operasi tangkap tangan terhadap anggota DPR pada Selasa (28/6) malam. Ruang kerja Sudiartana itu juga sudah digeledah KPK.
Ruhut sebut Putu Sudiartana stres di dalam Rutan
Ruhut memperingatkan kader partai Demokrat berpikir ulang untuk bermain-main di pusaran korupsi.
Rekomendasi