Kelakuan mahasiswa sekarang, tawuran karena cewek dan bunuh dosen

Ada mahasiswa gara-gara perempuan, sampai berujung tawuran antar kelompok.

Yan Muhardiansyah
Oleh Yan Muhardiansyah - Reporter
Kelakuan mahasiswa sekarang, tawuran karena cewek dan bunuh dosen
Ilustrasi. ©2014 Merdeka.com

Tidak semua mahasiswa memiliki perangai baik, rajin masuk kuliah dan menghargai dosen. Seperti para mahasiswa berikut ini. Jangankan menghormati, dosen pun malah menjadi sasaran pencurian dan pembunuhan.Tidak cuma itu saja, tingkah laku sejumlah mahasiswa berikut ini juga tak pantas ditiru. Masa gara-gara masalah perempuan, sampai harus berkelahi antar kelompok.Untuk lebih jelasnya, berikut merdeka.com merangkum polah mahasiswa yang tak pantas ditiru dan bikin geleng kepala:1. 2 Kelompok mahasiswa di Medan bentrok gara-gara perempuanGara-gara persoalan sepele, dua kelompok mahasiswa Universitas HKNP Nomensen (UHN) Medan bentrok, Selasa (28/6). Tidak ada korban dalam keributan berlangsung dalam hitungan menit ini.Berdasarkan informasi dihimpun, bentrokan terjadi antara kelompok mahasiswa Fakultas Teknik dan Fakultas Hukum. Pemicunya ada mahasiswi tersinggung karena diganggu mahasiswa Fakultas Teknik beberapa hari lalu.Mahasiswi itu mengadu pada adiknya yang seorang mahasiswa Fakultas Hukum. Kericuhan pun terjadi."Jadi persoalan ini gara-gara ketersinggungan," kata Wakil Dekan III Fakultas Hukum Nomensen, Agus P Silaen, Rabu (29/6).Menurut Agus, kedua kelompok sebenarnya sudah berdamai. Namun, bentrok malah terjadi pada sore hari. Kedua kelompok saling melempar kayu dan batu. Kelompok Fakultas Teknik di kompleks kampus, sedangkan mahasiswa Fakultas Hukum melempar dari jalan.Akibat bentrokan ini, gerai restoran cepat saji KFC di Jalan Perintis Kemerdekaan langsung ditutup. Saban kali ada bentrokan atau demo mengarah anarkis, gerai ini memang selalu ditutup.Bentrokan tak berlangsung lama. Petugas dari Satuan Sabhara Polresta Medan langsung mengendalikan situasi dan membubarkan kerumunan.

2. Mahasiswa semester 10 setrum dan rampok dosenSeorang mahasiswa semester 10 Universitas Islam Indonesia (UII) Yogyakarta, Saipudin (24) merampok dosennya sendiri, Senin (27/6). Korban diketahui bernama Romatul Fajriyah (44), berprofesi sebagai dosen UII yang tinggal di Perum Dosen UII Prumpung, Ngaglik, Sleman.Kepala Polisi Sektor (Kapolsek) Ngaglik, Kompol Riyanto, menjelaskan peristiwa bermula saat Saipudin bersama temannya bernama Husein (18) mencoba membobol rumah Romatul di malam hari. Kedua pelaku naik melalui atap rumah bagian belakang."Mereka masuk melalui atap rumah, masuk lewat plafon dan menjebol eternit," ujar Riyanto, Kamis (30/6).Korban yang mendengar suara aneh segera curiga lalu menghampiri ke belakang rumah. Korban yang melihat eternit sudah berlubang dan terlihat tangan dari kedua pelaku, dan segera lari ke ruang tengah bermaksud keluar rumah meminta tolong.Akan tetapi, kedua pelaku yang kaget kemudian turun dari plafon dan mengejar korban. Kedua pelaku kemudian menyekap korban dan menyetrum dengan setrum kejut.Korban yang sempat berteriak akhirnya ditolong oleh warga sekitar. Kedua tersangka saat ini masih mendekam di tahanan Polsek Ngaglik."Kedua tersangka akan dijerat pasal 365 Jo 53 Subsider Pasal 363 Jo 53 atau pasal 170 KUHP dengan ancaman di atas lima tahun penjara," ungkap Riyanto.

3. Bunuh dosen gara-gara nilai kuliahRoymardo Sah Siregar (21), mahasiswa Universitas Muhammadiyah Sumatera Utara (UMSU) tega membunuh dosen Fakultas Keguruan Ilmu Pendidikan, Hj Nur'ain Lubis (63) secara sadis di toilet kampus. Roy mengaku nekat membunuh lantaran dendam."Diketahui motifnya adalah dendam terhadap korban," kata Kapolresta Medan Kombes Pol Mardiaz Kusin Dwihananto, Selasa (3/5).Mardiaz mengatakan, tersangka mengaku selalu dimarahi korban. Dia pun sering disuruh keluar kelas karena tidak membawa buku dan mengenakan kaos saat mata kuliah korban.Selain itu, Nur'ain juga merupakan salah seorang dosen pembimbing pada Praktik Pengalaman Lapangan (PPL)."Tersangka diancam akan diberikan nilai jelek atau tidak diluluskan, jika tidak mengubah perilakunya," jelas Mardiaz.Karena dendam, tersangka berniat menghabisi Hj Nur'ain Lubis."Menurut pengakuan tersangka ada niat menghabisi dosen ini sehingga dari rumah sudah membawa pisau bergagang kayu," jelas Mardiaz.Saat ini pelaku sedang menjalani tahanan akibat perbuatannya tersebut.

Rekomendasi