Terbongkarnya sindikat pemalsu vaksin untuk balita oleh Bareskrim Polri juga menguak wilayah peredarannya. Polda Jawa Barat menyatakan bakal memeriksa ulang vaksin sudah beredar selama ini di rumah sakit di wilayah mereka."Polda jabar akan berkoordinasi dengan BPOM yang ada di wilayah masing masing, dan berkoordinasi dengan rumah sakit untuk mengecek ulang vaksin-vaksin," kata Kabid Humas Polda Jabar, Kombes Pol Yusri Yunus, di Mapolda Jabar, Senin (27/6). Pengecekan dilakukan buat memastikan keaslian vaksin. Bukan cuma rumah sakit, mereka juga akan menyisir Puskesmas jika menyediakan vaksin. Mereka khawatir lantaran sindikat itu sudah beroperasi selama 13 tahun.Untuk diketahui Bareskrim Mabes Polri menyebutkan peredaran vaksin palsu ada di tiga DKI Jakarta, Jabar dan Banten."Karena mereka telah beroperasi selama 13 tahun, yah tidak menutup kemungkinan juga selain puskesmas dan klinik kecil yang dipasok vaksin palsu. Kita juga akan melakukan pengecekan terhadap rumah sakit besar sekalipun," ujar Yusri.Jika saat pemeriksaan ditemukan vaksin palsu, polisi akan melakukan penyelidikan lebih lanjut. Menurutnya polisi tidak bisa bekerja sendiri mengawasi peredaran vaksin."Yang banyak tahu dari Dinas Kesehatan dan BPOM tentunya untuk pengawasan hal seperti ini. Makanya kita satu sinergi, dan bersama-sama ngecek, karena kita semua tidak tahu kemana mereka mendistribusikan ini (vaksin palsu)," ucap Yusri.Kapolrestabes Bandung, Kombes Pol Winarto, menyatakan hal serupa. Pihaknya mengaku langsung berkoordinasi dengan Dinkes Kota Bandung serta BPOM buat mengantisipasi hal itu."Kita sudah koordinasi, dan langkahnya bakal dilakukan dengan Dinkes untuk turun ke lapangan. Tapi sejauh ini belum (ditemukan vaksin palsu) ada di wilayah kita," kata Yusri.
Polda Jabar sisir rumah sakit hingga puskesmas memburu vaksin palsu
Mereka khawatir lantaran sindikat itu beroperasi 13 tahun.
Rekomendasi