Usai mengunjungi kegiatan alumni Universitas Gadjahmada (UGM) di Yogyakarta, Gubernur Ganjar Pranowo langsung bertolak ke Purworejo untuk mengunjungi tempat pengungsian warga korban tanah longsor di Desa Jelok, Kecamatan Kaligesing, Kabupaten Purworejo, Jawa Tengah Senin (20/6) malam.Di sela-sela kunjunganya ke pengungsian, Ganjar meminta masyarakat harus menyadari kondisi lingkungan yang rawan bencana. Untuk itu pada korban harus siap seandainya pemerintah merelokasi mereka ke lokasi aman."Saya minta supaya nanti usai korban berhasil ditemukan saat rehab rekon, saya minta warga untuk bisa dipindah (direlokasi) ke tempat yang lebih aman. Kerso mboten (mau tidak)?" ungkap Ganjar."Mau kemawon pak (mau aja pak)," teriak beberapa warga di lokasi pengungsian.Menindaklanjuti jawaban warga, Ganjarpun menyatakan akan mengurus semua tentang teknis dan pelaksanaan pengungsian nanti. Termasuk mencarikan lokasi atau lahan yang aman dan terbebas dari bencana banjir dan tanah longsor itu."Nanti biar pemerintah yang memikirkan soal lokasi. Yang penting saat ini, jenengan (anda) bersabar dulu," ungkap politisi PDI Perjuangan ini.Dalam kunjunganya, dengan didampingi Bupati Purworejo Agus Bastian, selain menyapa warga korban longsor, Ganjar juga ingin mendengar keluhan masalah yang masih dihadapi para pengungsi. Ganjar langsung meminta bertemu 203 pengungsi yang menjadi korban langsung atau terancam bencana tanah longsor."Saat terjadi bencana, panjenengan bagaimana?" tanya Ganjar.Surasman, pengungsi yang sempat terkubur dan merupakan anak angkat korban tewas longsor Jemiran itu menceritakan bahwa bencana datang tiba-tiba. "Setelah hujan deras mengguyur Jelok. Tiba-tiba bunyi gemuruh dan rumah saya seperti terdorong," tutur mantan anggota DPR RI dua periode ini.Surasman dan istrinya meski terkubur selamat. Pasalnya saat kejadian tanah menimbun rumahnya, bagian atap rumah tidak patah dan mampu menahan tanah. Namun ayah angkatnya Jemiran tidak bisa menyelamatkan diri.Mendengar cerita warga, Ganjar meminta para korban di Desa Jelok untuk bersabar diri karena bencana longsor tersebut.Kemudian, Ganjar juga meminta kepada seluruh elemen masyarakat yang terlibat dalam proses evakuasi, identifikasi dan penanganan bencana longsor di Purworejo untuk betul-betul memperhatikan segala kebutuhan logistik selama di pengungsian. "Ini musibah. Pas bulan puasa lagi. Nanti saya minta semua yang ngurusi pengungsi supaya diperhatikan betul. Apa kebutuhan pengungsi jangan sampai kekurangan," tegasnya.Usai mengunjungi pengungsian di Jelok, Ganjar melanjutkan perjalanan menuju lokasi longsor di Dusun Caok Karangrejo Loano. Pada kesempatan itu, sosok Gubernur yang merupakan mantan aktifis pecinta alam UGM Yogyakarta itu mengecek kondisi dan memastikan jumlah logistik posko bencana Dusun Caok."Logistik cukup. Bantuan sudah banyak datang. Kepedulian masyarakat Purworejo dan sekitarnya sudah sangat bagus. Tolong dijaga kekompakanya nggih," ucapnya.Ganjarpun juga mengingatkan dan berpesan supaya seluruh elemen yang terlibat dalam proses tanggap bencana untuk mengoptimalkan pencarian para korban hilang."Yang penting manusianya dan korbanya diselamatkan dulu. Kalau perlu apa-apan tolong saya ditelpon atau di sms. Pasti saya terima langsung. Catet nomer hp saya," pungkasnya.Selain mengunjungi dua titik pengungsian para korban longsor di Purworejo, Ganjar juga blusukan langsung ke lokasi longsor yang telah menewaskan puluhan warga Purworejo, Jawa Tengah tersebut.
Kunjungi pengungsi, Ganjar minta korban longsor Purworejo direlokasi
Pemprov Jateng akan segera menyiapkan lahan tempat relokasi bagi warga korban longsor.
Rekomendasi