Diduga terpeleset, Djodarmo tenggelam di selokan saat akan tarawih

Keluarga menolak autopsi dan segera memakamkan Djodarmo.

Redaksi Merdeka
Oleh Redaksi Merdeka - Reporter
Diduga terpeleset, Djodarmo tenggelam di selokan saat akan tarawih
Ilustrasi mayat. ©2014 Merdeka.com

Djodarmo (80), warga Dusun Soko, Desa Seloharjo, Kecamatan Pundong, ditemukan meninggal di selokan air, Minggu (19/6). Korban diduga terpeleset kemudian terseret arus saat hendak salat tarawih di masjid.Kepala Kepolisian Sektor (Kapolsek) Pundong, AKP Nuning mengatakan pada saat itu hujan lebat melanda wilayah Bantul dan sekitarnya, sejak Sabtu (18/6) sore. Hujan lebat disertai angin kencang membuat sejumlah pohon tumbang. Sebagian pohon tumbang mengenai kabel aliran listrik. Alhasil terjadi pemadaman listrik."Korban diduga terpeleset ke selokan air. Karena pada Sabtu malam terjadi badai badai. Saat itu listrik padam karena banyak pohon tumbang," kata Nuning, Senin (20/6).Menurut Nuning, seorang saksi, Herman (35), menemukan Djodarmo dalam kondisi tak bernyawa di selokan memiliki lebar sekitar tiga meter.Nuning menjelaskan, berdasarkan hasil identifikasi, korban mengalami luka di bagian betis dan pipi. Luka diakibatkan benturan dengan ranting dan batu di bantaran sungai.Korban selanjutnya diserahkan ke pihak keluarga. Keluarga korban telah menyatakan ikhlas atas peristiwa tersebut. Sehingga tidak ada pemeriksaan lebih lanjut pada saki-saksi yang terkait."Kejadian itu murni kecelakaan dan pihak keluarga sudah ikhlas semuanya," ucap Nuning.

Rekomendasi