Gubernur Bali setuju ormas ikut bela negara biar tak jablay

Pastika mengatakan prokontra soal pengajaran bela negara kepada ormas di Bali terlalu dibesar-besarkan.

Redaksi Merdeka
Oleh Redaksi Merdeka - Reporter
Gubernur Bali setuju ormas ikut bela negara biar tak jablay
Ilustrasi Bela Negara. ©2015 Merdeka.com/Angeline Agustine

Cara-cara ormas di Bali yang identik anggotanya bertubuh gempal dan penuh tato ini kerap melakukan tindakan main hakim sendiri. Bahkan tak segan segan dalam menyelesaikan masalah dengan cara membunuh.Kodam IX Udayana pun berencana melakukan perekrutan kepada anggota ormas di Bali yang sering bertikai untuk dilatih program Bela negara. Ide itu tentu mendapat respons positif dari kalangan masyarakat di Bali.Bahkan dukungan juga dilontarkan Gubernur Bali Made Mangku Pastika yang setuju materi bela negara diberikan kepada ormas di Bali. "Bela negara itu upaya yang baik. Setiap warga negara harus sadar dengan bela negara. Sebagai warga negara wajib tahu soal bela negara," ujar Pastika di Denpasar, Selasa (14/6). Pastika mengatakan prokontra soal pengajaran bela negara kepada ormas di Bali terlalu dibesar-besarkan. Padahal itu adalah hal yang biasa saja. "Jangan terlalu apriori dulu. Jangan berpikiran negatif dulu. Ormas di Bali jangan sampai jablay (jarang dibelay). Ormas kok jablay. Pendidikan bela negara itu penting termasuk buat ormas," katanya.Menurut Pastika, ide Kodam IX Udayana untuk memberikan pelatihan bela negara kepada Ormas di Bali adalah upaya yang baik. Ia juga sepakat kalau anggota Ormas yang dilatih materi bela negara dipersenjatai. "Kalau latihan memegang senjata itu hanya dua jam selesai. Tidak ada masalah dengan itu. Jadi maksud Kodam IX Udayana itu bagus. Kita dukung. Daripada semua orang dianggap musuh, membunuh sesama saudara sendiri, terus dimana rasa cinta terhada tanah air dan bangsa," urai Pastika.

Rekomendasi