Meski jasadnya ditemukan di wilayah Sumatera Selatan, penyelidikan pembunuhan terhadap mendiang anggota DPRD Lampung, Muhammad Pansor bin Abdullah Bakri, dilimpahkan ke Polda Lampung. Polisi kini harus kerja keras mengungkap pelakunya.Kapolda Sumsel, Irjen Pol Djoko Prastowo mengatakan, hanya membantu dan berkoordinasi dengan Polda Lampung dalam proses penyelidikan. Namun, dia menyatakan siap turun tangan jika dari hasil penyelidikan ditemukan fakta lokasi kejadian di Sumsel."Kita hanya back up, untuk penyelidikan Polda Lampung," kata Djoko, Senin (30/5).Dari hasil koordinasi sementara, kata Djoko, polisi setempat akan memeriksa saksi-saksi mengenal korban, termasuk mencari orang terakhir bersama korban."Kapan menghilangnya, dengan siapa terakhir, itu yang diusut," ujar Djoko.Dugaan awal, sambung dia, lokasi pembunuhan adalah di luar Sumsel. Untuk menghilangkan jejak, jasadnya dibuang ke wilayah Ogan Komering Ulu (OKU) Timur, Sumsel."Belum tahu lokasi tindak pidana pertama di mana. Bisa terjadi di Lampung, bisa terjadi di daerah lain," tambah Djoko.Setelah identitas jasad Pansor diketahui berdasarkan hasil tes DNA, Polda Sumsel mengizinkan keluarga membawa pulang jenazahnya. Jasad itu kini masih disimpan di kamar mayat Rumah Sakit Bhayangkara Palembang.Djoko melanjutkan, hasil tes DNA sudah disampaikan kepada pihak keluarga di Lampung, melalui kepolisian setempat."Sudah kita informasikan hasilnya ke pihak keluarga. Mereka menerima," imbuh Djoko.Dengan begitu, Djoko menunggu kedatangan keluarga membawa jenazah mendiang Pansor ke kampung halaman buat dimakamkan."Kita tunggu saja kapan kesiapan keluarga mau menjemputnya. Kalau kita siap saja," ucap Djoko.
Izinkan jasad Pansor dibawa keluarga, polisi terus usut kasus
Polisi fokus mencari orang terakhir bersama mendiang Pansor.
Halaman Berikutnya
Tito Karnavian Sepakati Langkah Percepatan Pemulihan Pascabencana di Bener Meriah
Rekomendasi