Dapat gelar Doktor Honoris Causa, Megawati kenang anjuran Bung Karno

"Saat itu usia saya 18 tahun, oleh Bung Karno, saya diharuskan masuk Fakultas Pertanian," ujar Megawati.

Astri Agustina
Oleh Astri Agustina - Reporter
Dapat gelar Doktor Honoris Causa, Megawati kenang anjuran Bung Karno
Buku Megawati dilelang Rp 2 miliar. ©2016 merdeka.com/muhammad luthfi rahman

Dianugerahi gelar Doktor Honoris Causa bidang Politik dan Pemerintahan dari Universitas Padjadjaran (Unpad), Megawati Soekarnoputri terkenang akan kisah lampaunya kala mendapat anjuran dari Bung Karno, ayahnya. Ketua Umum Partai Demokrasi Indonesia (PDI) Perjuangan itu berucap, kenangannya pada peristiwa pertama ketika dia dilantik sebagai mahasiswi di Unpad. Peristiwa itu terjadi 51 tahun yang lalu. "Saat itu usia saya 18 tahun, oleh Bung Karno, saya diharuskan masuk Fakultas Pertanian, sebab urusan pangan merupakan urusan mati hidupnya bangsa," ujar Megawati dalam orasi ilmiahnya dalam acara Penganugerahan Gelar Doktor Honoris Causa, Rabu (25/5). Meski Mega sangat tertarik pada ilmu psikologi, namun Bung Karno sangat kokoh dan meyakinkannya untuk memasuki dunia yang menjadi mata pencaharian terbesar seluruh rakyat Indonesia. "Akhirnya, melalui praktik membumikan ilmu pertanian secara langsung bersama para petani, saya tidak hanya mengerti secara ideologis tentang hakikat kedaulatan pangan," jelasnya. Melalui ilmu pertanian, lanjutnya, dia memahami bahwa fundamen terpenting bagi bangsa Indonesia untuk maju, antara lain diukur dari kemampuan di atas kaki sendiri di bidang pangan bagi rakyatnya. "Bagi saya ilmu pertanian menjadi jalan kerakyatan yang terbuka lebar untuk memahami seluruh peri kehidupan rakyat Indonesia. Di situlah saya paham bahwa hakikat politik sejatinya adalah membangun peradaban yang berangkat dari realitas kehidupan rakyatnya," papar dia. Bagi Megawati, petani adalah gambaran nyata wong cilik, di mana seluruh keberpihakan politik seharusnya ditunjukkan kepadanya. Inilah kesadaran yang muncul ketika Megawati mengenyam pendidikan di Unpad. "Malang tidak dapat ditolak. Badai politik yang terjadi pada tahun-tahun itu akhirnya berimbas pada status kemahasiswaan saya. Hanya dua tahun kesempatan untuk mengenyam pendidikan di Universitas Padjajaran ini. Kesemuanya memaksa saya untuk tidak melanjutkan kuliah di kampus ini," tutupnya.

Rekomendasi