Ketua Presidium Indonesia Police Watch (IPW) Neta S Pane menentang keras wacana Presiden Joko Widodo (Jokowi) memperpanjang masa jabatan Kapolri Jenderal Badrodin Haiti yang segera akan pensiun. Dia juga menyesalkan sikap Badrodin yang ngotot ingin kembali menjabat sebagai Kapolri."IPW juga menyesalkan pernyataan Haiti yang mengatakan, 'pensiun alhamdulillah, tidak pensiun juga tidak apa-apa'," kata Neta kepada merdeka.com, Jakarta, Senin (23/5).Menurut Neta, pernyataan Badrodin itu menggambarkan kalau dirinya belum siap meninggalkan tahtanya sebagai orang nomor satu di Korps Bhayangkara."Pernyataan ini seolah tidak menggambarkan sebagai bhayangkara yang legowo," ujar dia.Neta membandingkan sikap Badrodin yang berbeda jauh dengan mantan Kapolri Sutanto. Dia menilai Sutanto adalah sosok pemimpin yang rendah hati dan berani menolak perpanjangan masa jabatan karena sadar masih ada kader terbaik yang layak menggantikan posisinya sebagai Kapolri."Seharusnya Haiti meniru ucapan Kapolri Sutanto yang saat muncul isu perpanjangan dengan legowo mengatakan bahwa dirinya akan mempersiapkan kader terbaik pengganti dirinya dan dia cukup sampai di sini," ucap dia."Sehingga tidak muncul polemik dan upaya penghancuran sistem kaderisasi Polri," timpal Neta.Sebelumnya, Kapolri Jenderal Badrodin Haiti menyatakan siap jika Presiden Jokowi kembali memintanya untuk memimpin institusi Polri. Namun, dia menyerahkan sepenuhnya hal tersebut kepada Jokowi.Menurut mantan Kapolda Jatim itu, sebagai prajurit harus siap jika mendapat perintah dari atasan. Sehingga, Badrodin mengaku tidak keberatan bila Jokowi benar-benar memperpanjang masa jabatannya."Sebagai prajurit tentu kita siap. Pensiun siap, alhamdulillah. Enggak pensiun ya enggak apa-apa," kata Badrodin di Mabes Polri, Jakarta, Jumat (13/5).
Masih mau jadi Kapolri, Badrodin disebut merusak kaderisasi di Polri
Sutanto adalah sosok pemimpin yang rendah hati dan berani menolak perpanjangan masa jabatan.
Rekomendasi