Wali Kota Bekasi nilai Transjakarta gratis rugikan Pemkot Bekasi

"Kalau uang warga saya masuk semua ke rekening DKI, kami bisa rugi," ujar Rahmat.

Dede Rosyadi
Oleh Dede Rosyadi - Reporter
Wali Kota Bekasi nilai Transjakarta gratis rugikan Pemkot Bekasi
Transjakarta. ©2016 merdeka.com/imam buhori

Wali Kota Bekasi Rahmat Effendi menilai program Transjakarta gratis segera digulirkan Pemerintah Provinsi DKI Jakarta dianggap akan merugikan pendapatan keuangan dari perbankan milik pemerintah daerah Kota Bekasi.

"Persyaratannya mewajibkan para penumpang untuk memiliki rekening di Bank DKI. Kalau uang warga saya masuk semua ke rekening DKI, kami bisa rugi," ujar Rahmat di Bekasi, Rabu (19/5).

Rahmat mengungkapkan, tercatat sebanyak 60 persen dari total 2,4 juta jiwa warga Kota Bekasi saat ini bepergian ke Jakarta dengan beragam urusan.

Tidak sedikit dari kaum komuter memanfaatkan transportasi massal Transjakarta sejak armada Transjakarta resmi beroperasi di Kota Bekasi pada bulan April 2016.

"Ini merupakan strategi bagus dari Pemprov DKI dalam menggenjot sektor keuangan banknya melalui Transjakarta. Namun, kita juga harus pertimbangkan dampaknya bagi perbankan kami di daerah," papare Rahmat.

Meski demikian, Rahmat tetap mengapresiasi program Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama menggratiskan ongkos perjalanan menggunakan Transjakarta bagi warga Bekasi pada tahun 2016.

"Karena bukan hanya warga DKI yang gratis, warga Kota Bekasi pun memiliki hak untuk naik Transjakarta secara gratis selama memenuhi persyaratan," tandasnya.

Rahmat mengimbau warganya untuk tetap menyimpan uang di bank daerah setempat dalam rangka menunjang pembangunan Kota Bekasi lebih baik lagi.

"Kami juga punya Bank Syariah Bhagasasi sebagai Badan Usaha Milik Daerah (BUMD) Kota Bekasi," katanya dikutip dari Antara.

Rekomendasi