Kabut tebal yang menyelimuti langit Kota Solo dan sekitarnya, Jumat (13/5) pagi membuat Bandara Internasional Adi Soemarmo sempat ditutup. Akibatnya sejumlah penerbangan pesawat komersial dari Solo mengalami delay dan harus dijadwalkan ulang."Bukan ditutup, hanya delay saja pesawatnya. Tadi jam 6 memang ada kabut tebal, sehingga jarak pandang pilot hanya 300 meter. Terus naik dan sampai jam 7.30 WIB jarak pandang 500 meter. Sekarang sudah normal kembali," ujar Airport Operation & Readiness Section Head
Bandara Internasional Adi Soemarmo, Kadari saat dihubungi merdeka.com.Sejumlah penerbangan dari Bandara Adi Soemarmo yang sempat tertunda adalah Lion Air jurusan Solo-Balikpapan, Sriwijaya Air, Nam Air dan Garuda Indonesia jurusan Solo - Jakarta.Kadari menambahkan, pesawat yang pertama kali take off pagi ini adalah Sriwijaya Air jurusan Solo - Jakarta pada pukul 09.05 WIB, Lion Air yang mengudara lima menit kemudian, yang seharusnya dijadwalkan menjejak udara pada pukul 06.05 WIB.Sementara itu satu penerbangan Garuda Indonesia dari Jakarta ke Solo. yang berpenumpang sejumlah pejabat termasuk Menteri Lingkungan Hidup Siti Nurbaya, terpaksa dialihkan ke Surabaya. Pesawat GA 220 tersebut kembali terbang dari Juanda pukul 9.00 menuju Solo."Harusnya tiba di Solo pukul 7.00, tapi karena kabut tebal, kita alihkan ke Surabaya dan mendarat 7.30. Karena traffic disana padat pesawat baru bisa diterbangkan ke Solo pukul 9.00," jelas General Manager Garuda Indonesia branch Office Solo, Mochamad Firman.
Kabut tebal, Bandara Adi Soemarmo sempat ditutup
Sejumlah penerbangan pesawat komersial dari Solo mengalami delay dan harus dijadwalkan ulang.
Advertisement
Rekomendasi