Penyebab gajah Yani mati, radang di paru-paru, limpa & hati

Untuk makan, hanya belalainya yang bisa digerakan.

Andrian Salam Wiyono
Oleh Andrian Salam Wiyono - Reporter
Penyebab gajah Yani mati, radang di paru-paru, limpa & hati
Gajah Sumatera di Kebun Binatang Bandung sekarat. ©2016 merdeka.com/Dian Rosadi

Tim kesehatan merampungkan autopsi jasad Yani, gajah yang mati, di Kebun Binatang, Bandung. Hasil sementara gajah betina tersebut mati karena adanya perubahan organ paru-paru, limpa dan hati."Perubahan menyebabkan adanya peradangan kronis hingga menyebabkan kematian," kata Kepala Balai Pengujian dan Penyidikan Penyakit Hewan dan Kesahatan Masyarakat Veteriner Dinas Peternakan Jabar, Sri Muji Artiningsih, dalam jumpa persnya di Kebun Binatang Bandung, Kamis (12/5).Autopsi Gajah Sumatera yang menelan waktu dua jam lebih itu melibatkan 9 orang, dipimpin Yohana Tri Hastuti, Dokter Hewan dari Taman Safari.Sri mengatakan, perubahan yang terjadi pada organ dalam itu membuat peradangan yang cukup kuat. Sehingga daya tahan tubuh Yani berkurang hingga, ambruk dalam sepekan ke belakang.Yani yang sudah menghuni Kebun Binatang sejak 1989 itu memang sudah kurang sehat sejak Maret lalu. Tidak adanya dokter tetap yang memantau perkembangan kesehatan Yani, menyebabkan kondisinya terus melemah. Puncaknya pada satu pekan ke belakang. Tubuhnya hanya bisa tergolek lemas di atas jerami. Untuk makan, hanya belalainya yang bisa digerakan. Pada akhirnya Rabu (11/5) petang Yani mati.Dia melanjutkan, untuk mengetahui diagnosa rinci kematian Yani hasil laboratorium baru akan mengetahui tiga bulan ke depan."Ini semua juga masih diagnosa sementara. Tapi adanya peradangan di paru-paru, dan hati ini bisa jadi salah satu penyebabnya," ungkapnya.Dia menambahkan, untuk asupan makanan memang berkecukupan. Tapi untuk dikatakan bagus atau tidak dia belum bisa menyampaikannya. "Kalau asupan makanan memang harus ada perbaikan sepertinya," tandasnya.

Rekomendasi