Misteri mutilasi di OKU Timur, benarkah jasad anggota DPRD?

Untuk memastikan apakah jasad itu anggota DPRD Bandar Lampung, potongan kepala dan kaki korban akan dites DNA.

Dede Rosyadi
Oleh Dede Rosyadi - Reporter
Misteri mutilasi di OKU Timur, benarkah jasad anggota DPRD?
Ilustrasi Mutilasi. ©2015 Merdeka.com

Temuan kepala dan sepasang kaki diduga korban mutilasi yang ditemukan di aliran sungai di Desa Tanjung Kemala, Kecamatan Martapura, Ogan Komering Ulu (OKU) Timur, Sumatera Selatan, pada Selasa (19/4) kini masih teka-teki, meski sudah ada warga melapor kehilangan anggota keluarganya.Direktur Ditreskrimum Polda Sumsel, Kombes Pol Sumarso mengungkapkan, warga yang melapor tersebut berasal dari Lampung. Mereka datang ke Polda Sumsel untuk melaporkan anggota keluarganya merupakan anggota DPRD Bandar Lampung, hilang sejak beberapa minggu lalu."Warga Lampung datang ke sini (Palembang), sekarang masih ada, mereka bilang salah satu keluarganya yang jadi anggota DPRD di sana hilang," kata Sumarso, Kemarin.Mendapat laporan itu, pihaknya langsung mengarahkan warga itu menuju kamar mayat Rumah Sakit Bhayangkara Palembang. Namun, keluarga tidak bisa lagi mengenali mayat tersebut karena kondisinya sudah rusak dan membengkak."Tidak dikenali lagi. Kemungkinan nanti dilakukan tes DNA. Kita siap lakukan untuk mencocokkan," terang Sumarso.

Sumarso enggan menyebutkan warga bersangkutan yang datang termasuk identitas anggota DPRD Bandar Lampung yang dilaporkan hilang tersebut. "Nanti dulu, masih penyelidikan," katanya singkat.Untuk memastikan apakah betul jasad itu anggota DPRD Bandar Lampung, maka dalam waktu dekat potongan kepala dan sepasang kaki ditemukan di OKU Timur akan diuji DNA. Hal itu untuk mencocokkan data dengan laporan tersebut.Sumarso mengatakan supaya efektif, tes DNA akan dilakukan di Mabes Polri, Jakarta.

"Ya, tes DNA nya nanti di Mabes Polri. Ini untuk mencocokkan data korban," jelas Sumarso.Menurut Sumarso, tes DNA penting dilakukan karena pelapor tidak lagi mengenali wajah korban saat diperlihatkan di kamar mayat Rumah Sakit Bhayangkara Palembang."Sudah sulit dikenali, jalan satu-satunya tes DNA," tegasnya.


Sebelumnya, potongan kepala dan sepasang kaki manusia ditemukan tersangkut di ranting aliran sungai di Desa Tanjung Kemala, Kecamatan Martapura, OKU Timur, Sumatera Selatan, Selasa (19/4) pukul 14.30 WIB. Diduga, mayat tanpa identitas itu merupakan korban mutilasi.Awalnya potongan sepasang kaki yang ditemukan. Polisi yang turun ke lokasi melakukan pencarian dan menemukan potongan kepala di daratan yang berada sekitar 100 meter dari tempat pertama.Potongan tubuh itu berjenis kelamin laki-laki. Kondisinya sudah membusuk dan diduga tewas lebih dari empat hari. Setelah dilakukan otopsi, ciri-ciri fisik korban akhirnya berhasil terungkap.Korban berjenis kelamin laki-laki dengan usia sekitar 40-50 tahun. Korban memiliki rambut lurus warna hitam dan berkumis tipis. Tinggi korban diperkirakan 161-170 centimeter, bentuk gigi bagian atas maju sementara gigi di bagian bawah mundur, serta kulit sawo matang. Selain itu, diketahui juga di kaki kanan korban terdapat bekas luka bakar.

Rekomendasi