Libur panjang, seratusan bocah dikhitan massal

"Makanya keinginannya cepat-cepat kita ikuti. Kita dengar di sini diadakan tiap tahun," kata Taufik.

Yan Muhardiansyah
Oleh Yan Muhardiansyah - Reporter
Libur panjang, seratusan bocah dikhitan massal
Sunat Massal di Pondok Pesantren Darusshofa. ©2016 merdeka.com/yan muhardiansyah

Aulia Siregar (11) menangis dan meringis. Bocah kelas 5 SD ini masih menahan sakit karena baru saja dikhitan.Sebanyak 110 anak, termasuk Aulia, menjadi peserta khitan massal di Pondok Pesantren Darusshofa, Jalan Purwosari Gang Sederhana, Medan, Kamis (5/5). Mereka memanfaatkan libur panjang ini untuk melaksanakan perintah agama."Karena libur, anaknya pun sudah minta-minta (untuk dikhitan). Makanya keinginannya cepat-cepat kita ikuti. Kita dengar di sini diadakan tiap tahun," kata Taufik Siregar (40) ayah dari Aulia, warga Jalan Rakyat, Medan.Meskipun ada anak yang menangis, namun sebagian besar anak tampak bergembira. Mereka tampak bangga meski berjalan pelan sambil memegang sarung yang dikenakannya.Seperti khitan massal lainnya, peserta tidak dikenakan biaya apa pun. Mereka juga diberikan bingkisan berupa kain sarung, obat-obatan, dan santunan.Proses khitan dilaksanakan puluhan tenaga medis yang menjadi relawan dalam kegiatan ini. Beberapa di antara mereka merupakan relawan dari perguruan tinggi.Salah seorang panitia khitan massal, Said Haikal Husein Al Idrus, mengatakan kegiatan ini dilaksanakan setiap tahun, tepatnya pada 27 Rajab atau peringatan Isra' Mikraj Nabi Muhammad SAW. "Tujuannya tidak lain tidak bukan mendekatkan diri kepada Allah. Agar anak-anak juga mengenal agama dan sunnah," jelasnya. Tahun ini khitan massal yang mereka gelar bertepatan dengan libur panjang, sehingga peserta melampaui target dan terpaksa dibatasi. "Sebenarnya hanya ditargetkan 100 peserta. Tapi masyarakat antusias, dan kami pin membatasi dan menampung 110 peserta," pungkas Said.

Rekomendasi