Ribuan ubur-ubur menyerang mesin pendingin Pembangkit Listrik Tenaga Uap Paiton 9 di Probolinggo, Jawa Timur. Sebanyak 90 petugas PLN dikerahkan untuk menyingkirkan ubur-ubur di sepanjang saluran sistem air pendingin utama dan sudah kembali normal.
Dirut PLN Sofyan Basir menjelaskan bahwa hal itu akibat fenomena alam yang tidak biasanya terjadi. Migrasinya kawanan ubur itu diduga akibat pergantian musim dingin di Australia.
"Memang faktanya demikian kejadian alam ini yang sagat tidak lazim, itu terjadi mungkin akibat perbedaan iklim drastis di Australia," kata Dirut PLN Sofyan Basir saat dihubungi merdeka.com, Selasa (3/5).
Akibat serangan kawanan ubur-ubur itu, pihak Pembangkit Listrik Tenaga Uap Paiton 9 Probolinggo, Jawa Timur sempat mematikan daya beberapa jam. Namun hal itu tidak lama aktivitas kembali normal lantaran pihak PLN memiliki cadangan daya.
"Penangannya ya mau tidak mau harus harus dihentikan. Tapi kita punya cadangan daya, hari itu juga hidup kembali, karena kita menggunakan pembangkit cadangan yang sudah masuk dalam sistem," paparnya.
"Untuk pasokan listrik di Jabar tidak terganggu, semua sudah ada teknis yang mengatur," imbuh Sofyan.
Sofyan menambahkan, tidak ada kerusakan yang fatal akibat serangan ubur-ubur tersebut. Pihaknya sudah membersihkan ubur-ubur dari saluran pasokan air dingin di PLTU Paiton 9 tersebut.
"Itu hanya masalah pasokan air dingin saja, ubur-ubur itu dibuang semua, perlu waktu beberapa hari," ungkapnya.
Sofyan mengaku terkejut saat mendapat kabar bahwa ada ribuan ubur-ubur menyerang Pembangkit Listrik Tenaga Uap Paiton 9 Probolinggo, Jawa Timur.
"Saya juga kaget dengar informasi ada ribuan ubur-ubur menyerang mesin pendingin Pembangkit Listrik Tenaga Uap Paiton 9 di Probolinggo. Karena ini pertama kali terjadi, ya tapi itu fenomena alam," tutupnya.