Wali Kota Bekasi, Rahmat Effendi, kembali dari Filipina bersama dengan anak buahnya, buat belajar mengolah limbah tinja di Kota Manila, selama empat hari sejak 26 April hingga 29 April. Namun, menurut dia perbaikan pengolahan tinja baru bisa dilakukan tahun depan"Jauh berbeda pengolahan sanitasi di sana dengan di Kota Bekasi. Di sana sudah terpadu. Kita akan petakan, mudah-mudahan 2017 bisa kelihatan bagaimana cara mengelola sanitasi," kata Rahmat usai apel Hari Pendidikan Nasional di Alun-Alun, Kota Bekasi, Senin (2/5).Menurut Rahmat, pengolahan limbah tinja di Manila berbeda dengan di Kota Bekasi. Dia menambahkan, satu instalasi pengolahan limbah tinja (IPLT) di Tempat Pembuangan Akhir Sumur Batu, Kecamatan Bantargebang, tidak maksimal. Karena itu, dia akan menerapkan metode pengolahan limbah tinja di Filipina.Kepala Dinas Bangunan dan Permukiman Kota Bekasi, Dadang Ginanjar mengatakan, kunjungan ke Filipina merupakan pertukaran cara pengolahan lumpur tinja. Hasil pengamatannya, di sana jauh lebih baik dibanding dengan Kota Bekasi."Di Kota Bekasi masih konvensional. Pengolahan limbah tinja domestik di sana jauh lebih bagus," kata Dadang.Dadang mengaku bersyukur mendapatkan undangan dari Indonesia Urban Water, Sanitation, and Hygiene (IUWASH). Soalnya, bersamaan dengan itu pemerintah setempat akan melakukan pemugaran IPLT di TPA Sumur Batu."Ini momen yang tepat, karena kami akan revitalisasi IPLT (Instalasi Pengolahan Limbah Tinja)," ucap Dadang.Dadang memastikan kunjungan itu tidak menggunakan dana Anggaran Pendapatan Belanja Daerah (APBD). Sebab, lawatan digagas oleh Indonesia Urban Water, Sanitation, and Hygiene (IUWASH)."Seluruh biaya dan kebutuhan ditanggung oleh IUWASH," ujar Dadang.
Belajar mengolah tinja ke Manila, Wali Kota Bekasi akui kekurangan
Wali Kota Bekasi, Rahmat Effendi, menjanjikan ilmu hasil lawatan diterapkan tahun depan.
Advertisement
Rekomendasi